
Orang-orang yang tidak pernah mendapatkan banyak “like” di media sosial biasanya menunjukkan 7 perilaku online ini, menurut psikologi./Freepik
JawaPos.com - Anda mungkin menyadari bahwa sebagian orang tampaknya meraup banyak "suka" di media sosial sementara sebagian lainnya hampir tidak mendapatkannya.
Ini adalah fenomena yang aneh, bukan?
Nah, ternyata mereka yang sering berada di bagian bawah spektrum “suka” cenderung menunjukkan serangkaian perilaku daring tertentu.
Perilaku-perilaku ini, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis, mungkin menghambat mereka meraih kesuksesan di media sosial.
Seperti halnya perilaku manusia lainnya, ini bukan sekadar masalah pilihan atau preferensi pribadi. Psikologi memainkan peran penting.
Memahami perilaku ini dapat memberikan sedikit pencerahan mengenai interaksi media sosial Anda sendiri atau membantu Anda mendukung teman yang tampaknya selalu terjebak dalam zona “suka” yang rendah.
Dalam artikel yang dikutip dari geediting.com, Selasa (24/12) ini, kita akan mengungkap 7 perilaku umum yang ditunjukkan oleh mereka yang biasanya tidak mendapatkan banyak "suka" di media sosial.
1. Posting berlebihan
Pernahkah Anda memperhatikan teman yang tampaknya memperbarui status atau mengunggah foto setiap jam?
Ini bisa menjadi salah satu alasan mengapa mereka tidak mendapat banyak "suka" seperti yang mereka harapkan.
Posting berlebihan dapat dianggap sebagai upaya untuk memonopoli umpan orang lain, yang dapat dianggap mengganggu.
Ini seperti mencoba mengobrol dengan seseorang yang tidak pernah membiarkan Anda menyela pembicaraan, lama-kelamaan, Anda mungkin tidak lagi menghiraukannya.
2. Berpegang pada topik yang serius
Platform media sosial sering kali menjadi tempat orang-orang bersantai dan mengetahui berita ringan atau aktivitas teman.
Meskipun tidak salah untuk berbagi tentang topik serius, melakukannya secara terus-menerus dapat memengaruhi jumlah "suka" Anda.
Anda mungkin berpikir bahwa memposting tentang isu-isu penting akan menarik perhatian audiens Anda, tetapi kenyataannya adalah banyak orang menggunakan media sosial sebagai pelarian dari aspek kehidupan yang lebih berat.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
