Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 24 Desember 2024 | 00.41 WIB

Jika Anda Ingin Anak Anda Tumbuh Menjadi Orang Baik, Ucapkan Selamat Tinggal pada 5 Perilaku Ini Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang senang menggunakan baju band. (Freepik)



JawaPos.com - Mendidik anak untuk menjadi pribadi yang baik adalah impian setiap orang tua.  Namun, sering kali perilaku orang tua tanpa sadar justru membentuk kebiasaan buruk pada anak. 

 
Dalam psikologi perkembangan, pola asuh memainkan peran kunci dalam pembentukan karakter anak. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk menghindari perilaku yang dapat menghambat pertumbuhan moral, emosional, dan sosial anak. 
 
Dilansir dari Geediting pada Senini (23/12), terdapat lima perilaku yang harus dihindari jika Anda ingin anak Anda tumbuh menjadi orang baik.
 

Mengkritik adalah hal yang sering dilakukan oleh orang tua ketika anak melakukan kesalahan.  Namun, kritik yang disampaikan tanpa menawarkan solusi dapat membuat anak merasa rendah diri dan kehilangan kepercayaan diri. 
 
Menurut penelitian, kritik yang tidak konstruktif dapat memunculkan rasa malu yang berlebihan, sehingga anak menjadi kurang berani untuk mencoba hal baru.

Solusi:

Alih-alih mengkritik, berikan masukan yang membangun. Contoh: Jika anak tidak merapikan mainannya, jangan hanya berkata, "Kamu malas sekali!" 
 
Sebaliknya, katakan, "Yuk, kita rapikan mainan bersama. Setelah itu, kamu bisa bermain lagi."

2. Mencontohkan Perilaku Tidak Jujur

Anak adalah peniru ulung. Jika Anda sering berbohong, meskipun hanya untuk alasan kecil, anak akan belajar bahwa berbohong adalah hal yang dapat diterima.
 
Psikologi moral menunjukkan bahwa anak-anak mulai memahami konsep kejujuran sejak usia dini. Orang tua yang mencontohkan perilaku tidak jujur dapat menghambat perkembangan moral anak.

Solusi:

Tunjukkan kejujuran dalam tindakan sehari-hari. Jika Anda membuat kesalahan, akui di depan anak dan perbaiki.
 
Misalnya, jika Anda lupa menepati janji, katakan, "Maaf ya, tadi Ibu lupa. Ayo kita lakukan sekarang."

3. Tidak Menghargai Perasaan Anak

Mengabaikan atau meremehkan perasaan anak, seperti mengatakan "Ah, itu tidak penting!" ketika anak merasa sedih, dapat membuat anak merasa bahwa emosinya tidak valid. Akibatnya, anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang sulit mengekspresikan emosi dengan sehat.

Solusi:

Beri ruang bagi anak untuk mengungkapkan perasaannya. Jika anak menangis karena kehilangan mainan favorit, katakan, "Kamu sedih ya mainannya hilang? Itu wajar. Ayo kita cari sama-sama." Dengan begitu, anak merasa didengar dan dihargai.

4. Menggunakan Hukuman Fisik

Hukuman fisik sering dianggap sebagai cara efektif untuk mendisiplinkan anak. Namun, penelitian psikologi menunjukkan bahwa hukuman fisik justru bisa membuat anak merasa takut, marah, atau bahkan memberontak. 
 
Hukuman fisik juga tidak mengajarkan anak untuk memahami kesalahan mereka, melainkan hanya membuat mereka patuh sementara.

Solusi:

Gunakan pendekatan disiplin positif. Berikan konsekuensi logis atas tindakan anak. Misalnya, jika anak menumpahkan minuman dengan sengaja, ajari mereka untuk membersihkannya. 
 
Dengan cara ini, anak belajar bertanggung jawab atas tindakannya.

5. Membandingkan Anak dengan Orang Lain

"Mengapa kamu tidak seperti kakakmu?" atau "Lihat, temanmu bisa, kenapa kamu tidak?" adalah contoh pernyataan yang dapat melukai harga diri anak.
 
Membandingkan anak dengan orang lain membuat mereka merasa tidak cukup baik dan bisa memicu kecemburuan atau rasa tidak aman.
 
Solusi:

Hargai usaha dan keunikan anak. Fokus pada pencapaian mereka sendiri, bukan membandingkan dengan orang lain. 
 
Misalnya, jika anak belum berhasil menguasai pelajaran tertentu, katakan, "Kamu sudah mencoba dengan baik. Yuk, kita belajar lagi supaya lebih paham.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore