
seseorang yang sebenarnya bukan orang baik / foto: Magnific/drobotdean
JawaPos.com - Dalam kehidupan sehari-hari, tidak semua orang yang terlihat ramah, perhatian, dan murah senyum benar-benar memiliki niat baik. Ada orang yang sangat piawai membangun citra positif di depan publik, tetapi menunjukkan perilaku yang berbeda ketika kepentingan pribadinya terusik.
Psikologi menyebut fenomena ini sebagai impression management, yaitu usaha seseorang mengontrol bagaimana dirinya dipersepsikan orang lain.
Dilansir dari Expert Editor pada Minggu (17/5), terdapat 10 tanda seseorang mungkin bukan benar-benar baik hati, melainkan hanya pandai berpura-pura.
1. Kebaikannya Selalu Ada Pamrih
Orang yang tulus membantu biasanya tidak sibuk menghitung untung-rugi dari tindakannya. Sebaliknya, orang yang berpura-pura baik sering membantu hanya ketika ada manfaat yang bisa diperoleh.
Misalnya, mereka sangat perhatian pada orang yang punya status, koneksi, atau pengaruh, tetapi cuek pada orang yang dianggap “tidak berguna”. Dalam psikologi sosial, ini terkait perilaku instrumental relationship, yaitu menjalin hubungan sebagai alat mencapai tujuan.
2. Sangat Peduli pada Citra dan Validasi
Mereka tampak obsesif ingin terlihat sebagai “orang baik”. Setiap tindakan baik sering dipublikasikan, diceritakan berulang, atau dibuat seolah-olah heroik.
Bukan berarti membagikan hal baik selalu salah, tetapi ketika fokus utamanya adalah pengakuan, bukan dampak, ini bisa jadi tanda bahwa motivasinya eksternal: ingin dipuji, dihormati, atau dianggap superior.
3. Baik pada Atasan, Buruk pada yang Dianggap Lebih Rendah
Ini salah satu indikator paling jelas. Mereka sopan dan hangat pada orang penting, tetapi kasar pada staf, pelayan, bawahan, atau orang yang tak punya pengaruh.
Psikolog sering melihat ini sebagai indikator empati yang selektif. Artinya, kebaikan mereka bukan nilai internal, melainkan strategi sosial.
4. Sering Bergosip dan Menjatuhkan Orang Lain
Di depan seseorang mereka bisa tampak mendukung, tetapi di belakang membicarakan kekurangan, rahasia, atau kegagalan orang tersebut.
Perilaku ini menunjukkan adanya kebutuhan meningkatkan posisi sosial dengan cara menurunkan orang lain. Orang yang benar-benar baik tidak sempurna, tetapi biasanya punya batas etika dalam membahas orang lain.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
