Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 23 Desember 2024 | 14.50 WIB

5 Tips Tepat untuk Meningkatkan Self Talk agar Hidup Menjadi Lebih Bahagia Menurut Psikologi

Ilustrasi orang self talk (pikisuperstar/freepik.com) - Image

Ilustrasi orang self talk (pikisuperstar/freepik.com)

JawaPos.com - Saat ini, kamu mungkin sedang mendengarkan suara dalam dirimu, komentator kecil di kepala yang terus berbicara. Suara itu bisa menjadi pendukung yang meningkatkan kepercayaan diri, memberikan instruksi, dan meningkatkan kinerja, atau malah suara kritis yang merusak kesuksesan dengan komentar negatif.

Berbagai penelitian, termasuk eksperimen terbaru oleh Antonis Hatzigeorgiadis dari Universitas Thessaly, menunjukkan bahwa monolog batin ini bisa memengaruhi perilaku kita, baik positif maupun negatif. Melansir psychcentral.com, berikut berbagai tips meningkatkan self talk supaya hidup menjadi lebih bahagia menurut psikologi yang tepat.

1. Dengarkan secara kritis kritik batinmu

Dalam situasi yang penuh tekanan, self-talk biasanya menjadi tidak henti-hentinya dan penuh kritik, kata Ethan Kross, PhD, direktur Laboratorium Emosi & Pengendalian Diri di Universitas Michigan. Dibandingkan berpikir secara rasional dan logis, suara hati kita dipengaruhi oleh emosi yang memengaruhi segala hal, mulai dari cara kita berbicara kepada diri sendiri hingga perilaku, keyakinan, sikap, dan kebiasaan kita.

Maka dari itu, langkah pertama adalah mendengarkan dengan cermat apa yang kamu katakan pada diri sendiri dan bagaimana caramu mengatakannya. Ketika suara hatimu mulai dipenuhi kata-kata merendahkan dan mengecilkan hati, berhenti sejenak guna mempertimbangkan bagaimana kamu bisa mengubahnya.

2. Ciptakan jarak psikologis dari diri sendiri

Pernah merasa semakin stres saat mencoba mencari tahu kenapa kamu lagi down? Ternyata, cara kita bicara pada diri sendiri itu penting banget. Kalau kamu sering nanya, 'Mengapa aku seperti ini?', bisa jadi kamu malah membuat diri sendiri semakin terpuruk.

Psikolog memgatakan agar mencoba mengganti perkataan tersebutm Misalnya, 'Mengapa si Andi sedang stres ya?' atau 'Mengapa orang biasanya stres ketika dalam keadaan ini?'. Dengan cara ini, kita seperti melihat diri sendiri dari luar. Sehingga, kita bisa lebih tenang dan tidak terlalu terbawa perasaan.

Menurut penelitian, cara pandang ini bisa mengubah cara kita dalam menghadapi masalah. Daripada merasa terancam, kita malah jadi lebih penasaran dan siap untuk menyelesaikan masalahnya.

3. Sesuaikan perkataanmu dengan tujuanmu

Dialog internal atau self-talk memainkan peran penting guna mempengaruhi perilaku dan kinerja kita. Penelitian oleh Hatzigeorgiadis menunjukkan bahwa efektivitas self-talk bergantung pada tujuan yang ingin dicapai. Self-talk instruksional yang memberikan petunjuk spesifik seperti luruskan punggung atau ayunkan kaki lebih lebar, membantu meningkatkan keterampilan dan teknik.

Sementara itu, self-talk motivasional, seperti "Kamu pasti bisa" atau "Teruslah berusaha", meningkatkan kepercayaan diri dan ketahanan mental. Dengan memahami jenis self-talk yang tepat, maka kita dapat memaksimalkan potensi dan mencapai tujuan yang lebih tinggi.

4. Perlakukan dirimu sebagai teman

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore