Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 18 Desember 2024 | 01.51 WIB

Merasa Kurang Nyaman, Ini 3 Alasan Anak Muda Menghindari Telepon dan Lebih Memilih Pesan Teks

Ilustrasi menerima telepon (Anna Tarazevich/pexels.com) - Image

Ilustrasi menerima telepon (Anna Tarazevich/pexels.com)

JawaPos.com - Banyak orang di bawah usia 40 tahun tampaknya lebih memilih berkomunikasi lewat teks atau gambar daripada berbicara langsung di telepon.

Sebuah survei yang dilakukan pada 2023 terhadap lebih dari 1.000 orang Gen Z Australia berusia 18 hingga 26 tahun mengungkapkan bahwa hampir 60% dari mereka merasa takut melakukan atau menerima panggilan telepon.

Survei serupa di Amerika Serikat menunjukkan bahwa 81% milenial merasa cemas sebelum melakukan panggilan telepon. Berbicara di telepon, dengan segala kekurangannya, kini menjadi salah satu ketakutan modern, dan semakin jarang dilakukan.

Mengutip murdoch.edu.au, berikut beberapa alasan mengapa anak muda menghindari telepon dan lebih memilih pesan teks.

1. Panggilan telepon kadang membuat orang merasa terpojok

Kepala Sekolah Jurnalisme di Universitas Murdoch menyadari bahwa dalam beberapa bidang studi, kemampuan dalam melakukan panggilan telepon yang tepat waktu dan efektif sangat penting untuk keberhasilan. Supaya lebih memahami sikap generasi muda terhadap penggunaan telepon, ia melakukan survei informal terhadap 15 mahasiswa.

Saat mempresentasikan hasil survei tersebut di konferensi Asosiasi Penelitian dan Pendidikan Jurnalisme Australia tahun lalu, dia menyarankan bahwa telefobia mungkin menjadi faktor penyebab hilangnya keterampilan komunikasi yang penting pada generasi muda.

Banyak siswanya yang mengaku merasa tidak nyaman atau bahkan tidak sopan menerima panggilan suara yang datang tanpa pemberitahuan sebelumnya. Beberapa di antaranya bahkan mengungkapkan bahwa mereka tidak akan menjawab panggilan suara sama sekali, bahkan dari orang tua mereka.

Mereka lebih memilih membiarkan panggilan dialihkan ke pesan suara dan meresponsnya nanti melalui teks. Panggilan telepon dari nomor yang tidak dikenal mampu membuat mereka lebih cemas lagi mereka bertanya-tanya mengapa orang tersebut menelepon, bukannya mengirim pesan.

Banyak yang mengatakan bahwa panggilan telepon yang tidak terduga seperti itu memicu ketakutan bahwa ada masalah serius. Mengetahui bahwa tidak ada keadaan darurat membuat mereka merasa disergap dan kesal karena panggilan tersebut mengakibatkan kekhawatiran yang tidak perlu.

2. Hal penting yang tidak bisa disampaikan lewat chat

Wawancara lewat telepon atau tatap muka telah lama diakui di dunia industri dan akademis sebagai metode yang lebih efektif dibandingkan email. Keterampilan dalam mengajukan pertanyaan yang sulit atau tidak nyaman merupakan bagian penting dari wawancara yang sukses.

Wawancara telepon biasanya dianggap sebagai pilihan kedua setelah bertemu langsung. Percakapan tatap muka memungkinkan terciptanya koneksi yang lebih dalam, membangun kepercayaan dan empati, serta menyampaikan pesan melalui bahasa tubuh.

Dua penelitian dari Kanada memperkuat hal ini, dengan menunjukkan bahwa orang seringkali melebih-lebihkan kemampuan mereka dalam meyakinkan orang lain saat berkomunikasi melalui email.

Dalam penelitian tersebut, peserta diminta untuk mengajukan permintaan, baik secara langsung maupun melalui email. Walaupun kedua kelompok yakin permintaan mereka akan berhasil, permintaan yang diajukan secara langsung terbukti 34 kali lebih berpengaruh.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore