Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 16 Desember 2024 | 16.29 WIB

Orang yang Tidak Bahagia di Masa Kecilnya Cenderung Menampilkan 9 Perilaku Ini Saat Dewasa, Begini Kaca Mata dari Psikologi

Ilustrasi orang yang masa kecilnya tidak bahagia. - Image

Ilustrasi orang yang masa kecilnya tidak bahagia.

JawaPos.com - Masa kecil yang penuh dengan kebahagiaan dan kasih sayang tentunya menjadi fondasi yang kuat bagi perkembangan mental dan emosional seseorang.

Namun, bagi orang yang tumbuh dalam kondisi yang tidak bahagia, pengalaman tersebut sering meninggalkan dampak yang mendalam hingga mereka dewasa.

Psikologi mengungkapkan bahwa ketidakbahagiaan di masa kecil dapat membentuk perilaku tertentu saat seseorang memasuki fase dewasa.

Meskipun tampak kuat di luar, orang-orang ini sering kali membawa luka batin yang mempengaruhi cara mereka berinteraksi dengan dunia sekitar mereka.

Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa perilaku yang cenderung muncul pada individu yang tidak bahagia di masa kecil, serta bagaimana hal itu dapat berhubungan dengan perjalanan emosional mereka yang lebih kompleks.

Dilansir dari laman Global English Editing pada Senin (16/12), berikut merupakan 9 perilaku yang ditampilkan oleh orang yang masa kecilnya tidak bahagia, menurut psikologi.

1. Terlalu keras pada diri sendiri

Orang yang pernah mengalami masa kecil yang sulit sering kali menjadi kritikus terbesar bagi diri mereka sendiri. Mereka sering merasa sangat kecewa jika melakukan kesalahan kecil atau tidak memenuhi standar yang sangat tinggi.

Ini adalah cara mereka untuk menanggapi perasaan tidak cukup baik yang mereka alami selama masa kecil. Mereka telah menginternalisasi kritik keras tersebut dan membawanya hingga dewasa.

Walaupun penting untuk berusaha memperbaiki diri, mereka juga perlu belajar untuk lebih memaafkan dan menerima diri mereka sendiri.

2. Kesulitan dalam mempercayai orang lain

Orang yang mengalami masa kecil yang tidak bahagia sering kali kesulitan untuk mempercayai orang lain saat ia dewasa.

Hal ini tidak selalu terlihat secara langsung, tetapi sering kali muncul dalam bentuk keraguan atau ketidaknyamanan saat mereka harus berbagi informasi pribadi kepada orang lain.

Mereka akan selalu berpikir buruk tentang niat orang lain atau merasa ragu untuk membuka diri, bahkan terhadap teman dekat atau pasangan mereka.

Hal ini bisa terjadi karena pengalaman masa kecil mereka, di mana orang yang seharusnya melindungi mereka justru mengecewakan mereka. Akibatnya, mereka lebih sering mengandalkan diri mereka sendiri dalam segala hal.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore