Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 16 Desember 2024 | 04.52 WIB

Orang yang Selalu Merasa Sakit tapi Tak Pernah ke Dokter Biasanya Tunjukkan 8 Perilaku ini Menurut Psikologi

ILUSTRASI. Seseorang yang senang menggunakan baju band. (Freepik)



JawaPos.com - Kesehatan adalah aspek penting dalam hidup, namun ada sebagian orang yang sering merasa sakit tetapi enggan pergi ke dokter. Hal ini tidak hanya berhubungan dengan kondisi fisik, tetapi juga aspek psikologis yang lebih dalam. 

 
Psikologi menunjukkan bahwa ada pola perilaku tertentu yang sering ditampilkan oleh orang-orang dalam situasi ini. Dilansir dari Geediting pada Minggu (15/12), terdapat 8 perilaku yang biasanya mereka tunjukkan.

1. Mengabaikan Gejala Ringan

Mereka cenderung menganggap remeh gejala yang mereka alami, seperti pusing, lelah, atau nyeri ringan. Mereka berpikir bahwa gejala ini hanya sementara dan akan hilang dengan sendirinya. 
 
Dalam pikiran mereka, "Ini pasti hanya kelelahan biasa," menjadi alasan utama untuk tidak mencari bantuan medis.

2. Takut Mendapat Kabar Buruk

Ketakutan terhadap diagnosis buruk adalah salah satu alasan terbesar. Mereka merasa lebih nyaman dalam ketidaktahuan daripada menghadapi kemungkinan bahwa mereka memiliki penyakit serius. Psikologi menyebut ini sebagai bentuk avoidance coping, di mana mereka menghindari situasi yang dianggap mengancam.

3. Keyakinan Berlebihan pada Obat Rumahan

Orang-orang ini sering mengandalkan pengobatan tradisional atau rumahan. Mereka lebih memilih minum jamu, mengompres bagian tubuh yang sakit, atau mencoba solusi yang direkomendasikan teman atau keluarga daripada pergi ke dokter. Hal ini sering didorong oleh keyakinan bahwa solusi alami lebih baik daripada obat-obatan medis.

4. Ketakutan Terhadap Prosedur Medis

Banyak yang memiliki ketakutan mendalam terhadap jarum suntik, tes darah, atau prosedur medis lainnya. Dalam psikologi, ini dikenal sebagai iatrophobia atau ketakutan terhadap dokter dan segala hal yang berhubungan dengan medis.

5. Merasa Beban Finansial Terlalu Berat

Biaya kesehatan sering menjadi penghalang utama. Mereka berpikir bahwa kunjungan ke dokter akan membebani keuangan mereka. Bahkan jika mereka memiliki asuransi kesehatan, rasa takut akan pengeluaran tambahan sering kali membuat mereka ragu untuk mencari bantuan profesional.

6. Cenderung Mengabaikan Kesehatan Mental

Orang-orang ini seringkali tidak menyadari bahwa gejala fisik mereka mungkin berakar pada kesehatan mental. Stres, kecemasan, dan depresi dapat memengaruhi tubuh secara signifikan. Namun, mereka jarang mengaitkan perasaan sakit mereka dengan kondisi psikologis.

7. Mencari Validasi dari Lingkungan Sekitar

Mereka cenderung sering berbicara tentang rasa sakit yang mereka alami kepada orang-orang di sekitar mereka. Namun, alih-alih mencari solusi medis, mereka lebih mencari perhatian atau simpati. Psikologi menyebut perilaku ini sebagai bentuk seeking reassurance, di mana mereka merasa lega jika ada yang meyakinkan bahwa rasa sakit mereka bukan masalah besar.

8. Memiliki Pola Pikir “Selama Masih Bisa Bertahan, Tidak Perlu ke Dokter”

Banyak yang merasa bahwa selama mereka masih bisa beraktivitas, tidak ada kebutuhan mendesak untuk pergi ke dokter. Mereka memiliki ambang toleransi yang tinggi terhadap rasa sakit dan sering kali menunda perawatan hingga kondisi mereka memburuk.

Bagaimana Mengatasi Kebiasaan Ini?

Jika Anda atau orang terdekat Anda menunjukkan perilaku ini, penting untuk mulai menyadari dampaknya terhadap kesehatan. 
 
Berikut beberapa langkah untuk mengubah kebiasaan ini:

Pahami Pentingnya Deteksi Dini: Ingatlah bahwa banyak penyakit serius dapat diatasi jika dideteksi lebih awal. 
 
Berkunjung ke dokter bukan berarti Anda lemah, tetapi bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri.

Kurangi Ketakutan dengan Edukasi: Pelajari lebih lanjut tentang proses medis dan prosedur yang mungkin Anda takuti. 
 
Edukasi dapat membantu mengurangi rasa takut yang berlebihan.

Rencanakan Anggaran Kesehatan: Jika biaya adalah masalah utama, coba rencanakan anggaran khusus untuk kesehatan. 
 
Cari tahu tentang program asuransi atau layanan kesehatan yang sesuai dengan kemampuan finansial Anda.

Konsultasi dengan Psikolog: Jika rasa takut atau kecemasan menjadi penghalang utama, berkonsultasilah dengan psikolog untuk memahami dan mengatasi akar permasalahan tersebut.

Kesimpulan

Orang yang sering merasa sakit tetapi tak pernah ke dokter biasanya memiliki alasan psikologis yang kompleks di balik perilaku mereka. Dengan mengenali perilaku ini, Anda dapat mulai membuat perubahan yang positif untuk memastikan bahwa kesehatan—baik fisik maupun mental—tetap terjaga.
 
Ingatlah bahwa pergi ke dokter adalah investasi untuk hidup yang lebih panjang dan berkualitas.
 

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore