
Ilustrasi seorang ratu drama.
JawaPos.com - Menjadi ratu drama di setiap situasi hidup biasanya terlihat ribet, melelahkan, dan juga membuat orang lain merasa risih. Entah apapun itu alasan mereka untuk berlaku seperti itu, tapi sepertinya sudah melekat dan sulit diubah.
Dikutip dari laman Harley Therapy Platform, orang yang selalu menjadi ratu drama akan membunuh keintiman dalam sebuah hubungan, baik itu dengan keluarga, pasangan, teman, atau pun rekan kerja.
Mereka disekelilingnyapun akan merasa tidak nyaman, takut berinteraksi dengan si ratu drama ini, serta tidak menganggap keberadaannya dengan serius.
Dilansir dari laman Small Business Bonfire pada (12/12) orang yang selalu jadi ratu drama kemanapun ia pergi, sering menunjukkan 9 kebiasaan ini dalam hidupnya :
1. Selalu berada di tengah-tengah keributan
Magnet drama memiliki kemampuan untuk secara konsisten menemukan diri mereka di tengah-tengah keributan apapun, mereka mempunyai kemampuan luar biasa untuk berada di tempat dan waktu yang benar atau salah.
Selain itu, orang yang selalu jadi ratu drama sering kali menunjukkan kebutuhan yang kuat akan perhatian dan pengakuan. Nafsu keinginan ini membawa mereka ke dalam situasi penuh dengan konflik dan ketidakpastian.
2. Terlalu memikirkan setiap detail
Mereka sering menganalisis setiap situasi, kata, dan tindakan. Dia akan membedah setiap percakapan yang dilakukan, mencoba menemukan makna tersembunyi, atau motif tersembunyi yang sebenarnya tidak ada.
Kalimat sederhana “Apa kabar?” bisa berubah menjadi sebuah penyelidikan. Pemikirannya yang berlebihan sering kali menimbulkan kesalahpahaman, kemudian berkembang menjadi drama yang tidak perlu.
Berpikir berlebihan tidak hanya menimbulkan stres tetapi juga dapat menimbulkan masalah yang sebenarnya tidak ada.
3. Terus-menerus berlaku sebagai korban
Mereka mempunyai kecenderungan untuk selalu menganggap dirinya sebagai korban dalam setiap situasi. Pengorbanan diri yang terus-menerus ini tidak hanya menambah bahan bakar ke dalam drama tetapi juga menghalangi kemampuan untuk mengambil tanggung jawab atas tindakan mereka.
Menurut penelitian, orang yang sering berperan sebagai korban cenderung memiliki sifat narsis lebih tinggi. Pola perilaku ini sering kali mengarah pada peningkatan kemungkinan konflik dan tentunya lebih banyak drama.
4. Menyebarkan energi negatif

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Prediksi Susunan Pemain Korsel vs Republik Ceko: Son Heung-min Tegaskan Siap Bantu Taegeuk Warrior Menang!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Kanada vs Bosnia di Piala Dunia 2026: Tuan Rumah Dibayangi Ancaman Kuda Hitam dari Eropa
