Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 12 Desember 2024 | 19.20 WIB

Seni dari Ikhlas dan Melepaskan: 7 Hal yang Harus Kamu Tinggalkan untuk Mengurangi Stres dalam Hidup

Ilustrasi orang yang ikhlas dan melepaskan diri. (Unplash.com/Max) - Image

Ilustrasi orang yang ikhlas dan melepaskan diri. (Unplash.com/Max)

JawaPos.com - Manusia manapun pasti ingin menjalani hidup yang indah, sesuai dengan harapan, dan jauh dari masalah. Tapi ternyata semua itu hanyalah semu serta angan-angan belaka.

Terkadang saat semua masalah itu menimpa dan rencana yang tidak sesuai harapan, hanya ikhlas lah jawaban dari semuanya. Terlalu berpikir atau bersikeras malah akan membuat kita stres.

Diilansir dari laman The Considered Man pada (12/12), mari kita belajar seni dari ikhlas dan melepaskan, inilah 7 hal yang harus kamu tinggalkan untuk mengurangi stres dalam hidup :

1. Masa lalu

Salah satu beban paling signifikan yang kita bawa adalah masa lalu. Begitu banyak orang yang terus memikirkan kesalahan, mengingat kembali trauma masa lalu, dan membiarkan luka lama memengaruhi masa kini.

Tapi masa lalu itu sudah hilang dan tidak ada sesuatu yang bisa mengubah apapun. Dengan belajar ikhlas dan melepaskan masa lalu, akan membebaskan diri dari rantai yang mengikat kita pada diri sebelumnya.

2. Berbicara negatif pada diri sendiri

Diantara kita pasti pernah bercermin dan mengatakan hal-hal negatif pada diri sendiri, misalnya "Aku gemuk sekali", "Wajahku sangat jelek", atau "Aku memang tidak pantas menang".

Hal ini bisa berdampak signifikan pada pola pikir dan suasana hati seseorang dan kamu akan merasa kurang percaya diri. Maka mulai dari sekarang, cobalah untuk meninggalkan kebiasaan ini.

3. Mengendalikan segalanya

Kita semua ingin memegang kendali karena akan merasa aman dan dapat diprediksi. Tapi pada kenyataannya, hidup ini tidak bisa diprediksi, ketika kamu mencoba mengendalikan setiap aspeknya sering kali menimbulkan stres dan frustrasi.

Ada begitu banyak hal yang tidak dapat dikendalikan seperti lalu lintas, perekonomian, orang lain, cuaca, ataupun hasil bisnis. Tapi sering kali kita marah dan stres akan keadaan itu.

Saat kita belajar menerima perubahan dan ketidakpastian alih-alih melawannya, akan merasakan kedamaian dan ketenangan. Ini tidak berarti berhenti merencanakan atau berjuang untuk mencapai tujuan, tapi berhenti mengaitkan kebahagiaan pada hasil tertentu.

4. Perfeksionisme

Perfeksionisme adalah pedang bermata dua. Di satu sisi, hal ini mendorong kita untuk berbuat lebih baik, tapi di sisi lain dapat menyebabkan stres berlebihan karena gagal memenuhi standar.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore