Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 12 Desember 2024 | 17.37 WIB

Redflag! Kenali 9 Perilaku Pria yang Terlalu Dekat dengan Ibunya Menurut Psikologi

Ilustrasi orang dengan shio yang selalu menjadi pemenang dalam kesuksesan berkat doa dan restu orang tua mereka. - Image

Ilustrasi orang dengan shio yang selalu menjadi pemenang dalam kesuksesan berkat doa dan restu orang tua mereka.

JawaPos.com - Pernahkah Anda berpikir bahwa, ada kalanya, perilaku terlalu dekat dengan ibu (bagi anak-anak pria), seringkali berubah menjadi sesuatu yang sedikit lebih rumit.

Suatu titik ketika hubungan anak dengan ibunya mulai terasa kurang seperti ikatan yang sehat dan lebih seperti roda ketiga dalam kehidupan pribadinya.

Anda mengetahui tandanya saat Anda melihatnya, panggilan telepon terus-menerus, keputusan yang memerlukan persetujuannya, cara matanya melirik untuk mengangguk sebelum dia melangkah.

Seolah-olah pria ini hidup dengan tali pusar tak kasat mata yang menolak untuk dipotong dari tubuh sang ibu.

Jadi kalau Anda bertanya-tanya apakah keterikatannya dengan ibunya sekadar pengabdian yang manis atau hambatan bagi pertumbuhannya (dan mungkin pertumbuhan Anda), mari kita bahas sembilan tanda seperti yang dikutip dari geediting.com, Kamis (12/12) ini.

Percayalah, mendeteksinya sejak dini mungkin akan menyelamatkan Anda dari hubungan yang membuat Anda frustrasi.

1. Komunikasi yang konstan

Dalam bidang psikologi, tidak ada tanda yang lebih jelas dari keterikatan yang berlebihan selain komunikasi yang konstan.

Pria yang terlalu dekat dengan ibunya sering kali merasa harus berhubungan dengannya sepanjang hari.

Ini mungkin terjadi dalam bentuk panggilan telepon, pesan teks, atau bahkan interaksi media sosial.

Ini bukan sekadar untuk tetap terhubung. Ini adalah ketidakmampuan untuk membuat keputusan, baik besar maupun kecil, tanpa masukan atau persetujuan dari ibu mereka.

Perilaku ini dapat mengganggu kehidupan sehari-hari dan hubungan pribadi mereka. Hal ini dapat menghambat kemampuan mereka untuk membuat keputusan secara mandiri, yang merupakan aspek krusial dari pertumbuhan dan kedewasaan pribadi.

2. Ibu sebagai orang kepercayaan utama

Perilaku lain yang sering saya lihat pada pria yang terlalu dekat dengan ibunya adalah memperlakukannya sebagai orang kepercayaan utama.

Hal ini menciptakan jarak emosional yang signifikan antara dirinya dan pasangan romantisnya, yang menyebabkan beberapa hubungan gagal.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore