Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 11 Desember 2024 | 22.18 WIB

Awas Jadi Korban Playing Victim! 8 Frasa Licik untuk Menghindari Tanggung Jawab

8 Frasa Licik untuk Menghindari Tanggung Jawab - Image

8 Frasa Licik untuk Menghindari Tanggung Jawab

JawaPos.com - Pernahkah Anda merasa menjadi kambing hitam dalam situasi yang tidak Anda ciptakan? Atau, merasa bingung kenapa Anda yang akhirnya harus bertanggung jawab atas sesuatu yang jelas-jelas bukan ulah Anda?

Bisa jadi, Anda sedang berhadapan dengan seseorang yang menggunakan frasa dari orang yang menghindari tanggung jawab. Frasa ini sering kali terdengar tidak berbahaya, namun sebenarnya dirancang untuk mengalihkan kesalahan dan memanipulasi situasi.

Dalam dunia psikologi, perilaku ini sering disebut perilaku playing victim, di mana seseorang berperan sebagai korban untuk menghindari akuntabilitas.

Dilansir dari laman Blog Herald pada Rabu (11/12) berikut ini adalah delapan frasa yang perlu Anda waspadai agar tidak terjebak.

1. "Itu bukan salah saya"
Frasa klasik ini biasanya merupakan tanda pertama seseorang menghindar dari tanggung jawab. Dengan mengatakan, "Itu bukan salah saya," mereka mencoba mengalihkan perhatian dari tindakan mereka dan menyiratkan bahwa kesalahan ada di tempat lain.

Orang yang sering menggunakan frasa ini biasanya tidak ingin mengakui kontribusinya terhadap masalah, meskipun perannya jelas dalam situasi tersebut.

2. "Anda salah paham"
Kedengarannya seperti frasa netral, tetapi “Anda salah paham” adalah trik halus untuk membuat Anda meragukan pemahaman Anda sendiri.

Orang yang mengucapkannya mencoba memutarbalikkan kenyataan sehingga Anda merasa bingung, bahkan bersalah, meskipun sebenarnya Anda sudah benar. Dalam banyak kasus, ini adalah taktik manipulasi psikologis yang bisa membuat Anda ragu-ragu untuk menegaskan pendapat Anda.

3. "Begitulah saya"
Kalimat ini biasanya digunakan untuk membenarkan perilaku buruk. Dengan dalih "Begitulah saya," seseorang mencoba menghindari tanggung jawab atas tindakannya, seolah-olah sifat mereka adalah hal yang tidak bisa diubah.

Namun, faktanya adalah perubahan perilaku sangat mungkin dilakukan dengan kesadaran diri dan usaha. Jangan tertipu; frasa ini hanyalah alasan untuk tidak mau berusaha menjadi lebih baik.

4. "Saya tidak bermaksud untuk ..."
Frasa ini mungkin terdengar seperti permintaan maaf, tetapi sering kali digunakan untuk mengecilkan konsekuensi dari tindakan mereka.

“Saya tidak bermaksud untuk...” adalah cara untuk memfokuskan perhatian pada niat mereka, bukan dampak nyata dari tindakan mereka. Memang niat baik itu penting, tetapi tetap saja seseorang harus bertanggung jawab atas hasil dari tindakannya.

5. "Saya tidak punya pilihan"
Pernyataan ini sering digunakan untuk membangun simpati. Orang yang mengatakannya ingin terlihat seperti korban keadaan, seolah-olah mereka dipaksa untuk melakukan sesuatu.

Padahal, hampir selalu ada pilihan, meskipun pilihan itu sulit atau tidak menyenangkan. Dengan mengatakan “Saya tidak punya pilihan,” mereka mencoba menghindari kritik dan tanggung jawab atas keputusan mereka.

6. "Saya hanya menjalankan perintah"
Frasa ini terdengar seperti alasan, tetapi sebenarnya ini adalah upaya untuk mengalihkan kesalahan ke pihak lain.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore