
seseorang yang dianggap serius oleh orang lain. (Magnific/katemangostar)
JawaPos.com - Dalam kehidupan profesional maupun pribadi, cara kita berbicara sering kali lebih berpengaruh daripada isi pesan itu sendiri. Banyak orang sebenarnya memiliki ide yang cerdas, kemampuan yang baik, dan niat yang positif, tetapi tetap kesulitan mendapatkan penghargaan atau dianggap serius oleh orang lain. Penyebabnya sering kali bukan kurang kompeten, melainkan pola komunikasi yang tanpa sadar melemahkan citra diri.
Psikologi komunikasi menjelaskan bahwa manusia tidak hanya menilai seseorang dari fakta atau argumen yang disampaikan. Nada bicara, pilihan kata, tingkat keyakinan, dan struktur kalimat ikut memengaruhi persepsi. Bahkan frasa yang terdengar biasa dan sopan dapat membuat seseorang tampak ragu-ragu, tidak percaya diri, atau kurang memiliki otoritas.
Masalahnya, banyak frasa ini sudah menjadi kebiasaan sehari-hari. Kita mengucapkannya tanpa berpikir panjang karena ingin terdengar ramah, menghindari konflik, atau takut dianggap arogan. Padahal, terlalu sering menggunakan frasa tertentu justru membuat orang lain meragukan kemampuan dan keputusan kita.
Dilansir dari Expert Editor, terdapat delapan frasa umum yang sebaiknya mulai dikurangi jika Anda ingin lebih dihormati, dipercaya, dan dianggap serius menurut sudut pandang psikologi.
1. “Maaf kalau mengganggu…”
Memulai percakapan dengan permintaan maaf padahal Anda tidak melakukan kesalahan dapat menciptakan kesan bahwa keberadaan Anda adalah beban. Dalam psikologi sosial, hal ini berkaitan dengan pola komunikasi defensif, yaitu kebiasaan merendahkan posisi diri sebelum interaksi dimulai.
Tentu ada situasi di mana meminta maaf memang tepat. Namun banyak orang menggunakan kalimat ini hanya untuk bertanya sesuatu yang normal, mengirim pesan kerja, atau menyampaikan pendapat.
Contoh:
“Maaf kalau mengganggu, saya cuma mau tanya…”
“Maaf ya, mungkin pertanyaan saya bodoh…”
“Maaf mengganggu waktunya…”
Jika digunakan terus-menerus, orang lain bisa menangkap sinyal bahwa Anda sendiri tidak yakin bahwa apa yang Anda katakan layak didengar.
Mengapa ini melemahkan wibawa?
Otak manusia sangat dipengaruhi oleh framing awal. Ketika Anda membuka percakapan dengan rasa bersalah yang tidak perlu, lawan bicara secara bawah sadar akan menilai pesan Anda kurang penting.
Ganti dengan:
“Apakah sekarang waktu yang tepat untuk berdiskusi?”
“Saya ingin menanyakan sesuatu.”
“Saya butuh beberapa menit untuk membahas hal ini.”
Perubahan kecil ini membuat Anda terdengar lebih tenang, profesional, dan menghargai diri sendiri.
2. “Mungkin saya salah, tapi…”

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
