Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 11 Desember 2024 | 19.33 WIB

7 Perilaku Orang yang Menjauh dari Orang Tuanya Seiring Bertambahnya Usia, Bantu Pertahankan Hubungan Terpenting dalam Hidup

Ilustrasi 7 perilaku umum yang dilakukan anak-anak yang menjauh dari orang tuanya ketika dewasa. - Image

Ilustrasi 7 perilaku umum yang dilakukan anak-anak yang menjauh dari orang tuanya ketika dewasa.

JawaPos.com - Sebagian orang menjadi jauh dari orang tua seiring dengan bertambahnya usia. Hal ini tidak selalu berupa dampak yang dramatis atau ditentukan oleh satu peristiwa.

Umumnya, keputusan ini merupakan sekumpulan perilaku atau pilihan yang tak nampak, yang seiring waktu menjadi jurang pemisah. Suatu hubungan terutama dengan keluarga membutuhkan usaha, komunikasi, dan pengertian agar tetap kuat.

Namun, kehidupan memiliki cara untuk menarik kita ke arah yang berbeda. Tanpa menyadarinya, kita mungkin telah mengembangkan kebiasaan yang perlahan-lahan melemahkan ikatan ini.

Dilansir dari Baseline Mag, terdapat 7 perilaku umum yang dilakukan anak-anak yang menjauh dari orang tuanya ketika dewasa. Ini akan membantu mempertahankan salah satu hubungan terpenting dalam hidup.

1. Menghargai independensi

Seiring dengan bertambahnya usia, secara alami kita akan berusaha membangun identitas diri, terpisah dari orang tua. Ini adalah bagian normal dari proses dewasa. Namun, bagi sebagian orang, proses ini berarti mengharuskan mereka menjauh dari orang tua.

Orang-orang ini cenderung menunjukkan keinginan kuat terhadap kemandirian. Mereka menganggap serius tanggung jawab dan berusaha menyelesaikan tugas sendiri. Mereka mungkin adalah orang yang suka membuat keputusan tanpa masukan orang tua dan mencari kesempatan untuk menunjukkan kemandirian.

Perilaku ini tidak selalu negatif. Ini bisa menjadi tanda sehat bahwa anak tersebut telah tumbuh dewasa yang dapat menentukan jalan hidup sendiri dan menjadi mandiri.

2. Mengutamakan hubungan pribadi lainnya

Perilaku umum lainnya yaitu memprioritaskan hubungan pribadi di luar keluarga. Ini bisa jadi pasangan, teman dekat, atau bahkan rekan kerja. Beranjak dewasa, dunia anak-anak akan dipenuhi oleh orang-orang dan pengalaman baru.

Mereka mendapati diri menghabiskan lebih banyak waktu untuk membangun hubungan dengan teman sekamar atau teman kerja daripada menelpon rumah. Ini bukan keputusan yang disengaja, tetapi semakin terlibat dengan lingkungan baru, maka akan semakin rendah frekuensi panggilan ke rumah.

3. Menghindari percakapan sulit

Beberapa orang memilih menghindari pembicaraan yang sulit dengan orang tua karena merasa lebih mudah untuk membiarkannya begitu saja. Meskipun mereka mungkin merasa menjaga perdamaian dalam jangka pendek, menghindari percakapan yang sulit sebenarnya memperlebar jarak dengan orang tua.

Menghindari pembicaraan yang sulit dapat menyebabkan miskomunikasi, keretakan hubungan, dan hilangnya nilai-nilai. Menghindari pembahasan dengan topik yang sensitif akan memberi rumah kesalahpahaman untuk berkembang.

4. Mengembangkan nilai dan keyakinan yang berbeda

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore