Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 8 Desember 2024 | 00.29 WIB

Orang yang Percaya dengan Teori Konspirasi, Sering Menunjukkan 8 Perilaku Ini Menurut Psikologi

Ilustrasi orang yang percaya dengan teori konspirasi. - Image

Ilustrasi orang yang percaya dengan teori konspirasi.

JawaPos.com - Teori konspirasi yang sering kita dengar melalui televisi atau podcast, sering kali mengejutkan dan seperti di luar akal sehat. Terlepas itu nyata atau tidak, biasanya teori ini bermaksud pada suatu tujuan.

Mengutip dari laman Sampoerna University, teori konspirasi ini biasanya menyangkut soal politik, sejarah, dan sosial. Hal ini juga disebut sebagai persekongkolan dalam rencana besar yang terselubung.

Dilansir dari laman Blog Herald pada (07/12) orang yang percaya dengan teori konspirasi, sering menunjukkan 8 perilaku ini menurut psikologi:

1. Memiliki pengenalan pola

Salah satu perilaku umum di antara mereka yang sering percaya pada teori konspirasi adalah kecenderungan yang meningkat terhadap pengenalan pola. Psikolog telah mencatat bahwa otak kita terhubung untuk mengidentifikasi pola.

Tapi jika sifat ini terlalu aktif, hal ini dapat menyebabkan kita melihat hubungan yang sebenarnya tidak ada. Para ahli teori konspirasi sering kali masuk dalam kategori ini.

Mereka hebat dalam menghubungkan titik satu ke titik yang lain. Ini seperti melihat bentuk di awan atau membaca terlalu banyak tentang suatu kebetulan.

Kecenderungan terhadap pengenalan pola ini sering kali membawa mereka ke lubang teori konspirasi, di mana setiap peristiwa saling terhubung dan tidak ada yang terjadi secara kebetulan.

2. Bias konfirmasi

Bias konfirmasi adalah ketika kita menyukai informasi yang menegaskan keyakinan diri sendiri dan mengabaikan informasi yang menantang keyakinan tersebut.

Tapi ketika mereka diberikan artikel-artikel ilmiah yang membantah teori konspirasi tersebut, dia langsung menganggapnya sebagai ‘propaganda pemerintah’ atau ‘kebohongan media’.

3. Disonansi kognitif

Disonansi kognitif adalah teori psikologis yang menjelaskan alasan para ahli teori konspirasi sering kali memiliki keyakinan bertentangan. Misalnya, sebagian orang percaya bahwa Putri Diana dibunuh oleh keluarga kerajaan Inggris dan pada saat yang sama, mereka mengira dia masih hidup dan bersembunyi.

Hal yang menarik adalah kedua teori ini saling bertentangan. Jika Putri Diana dibunuh, dia tidak mungkin masih hidup. Tapi, orang yang sama mempercayai kedua teori tersebut.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore