
Ilustrasi Orang yang Sering Terbangun di Malam Hari (freepik)
JawaPos.com - Masalah sering terbangun di malam hari bukanlah hal yang sepele. Kondisi ini bukan hanya mengganggu pola tidur, tetapi juga memengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan.
Mulai dari kelelahan di siang hari, gangguan emosional, hingga penurunan fungsi kognitif, dampaknya dapat dirasakan dalam berbagai aspek kehidupan. Menurut psikologi, individu yang mengalami gangguan tidur cenderung mengembangkan pola perilaku tertentu untuk mengatasinya.
Jika Anda sering merasa mengantuk, mudah tersinggung, atau sulit berkonsentrasi setelah malam yang penuh gangguan tidur, ini bisa jadi tanda bahwa kualitas tidur Anda terganggu.
JawaPos akan membahas sembilan perilaku umum yang kerap muncul pada orang yang sering terbangun di malam hari, berdasarkan psikologi dan penelitian terbaru. Dilansir dari laman Geediting, Jumat (07/12), berikut adalah penjelasan tentang kebiasaan-kebiasaan tersebut:
1. Mudah Tersinggung
Kurangnya tidur berkualitas dapat membuat seseorang menjadi lebih emosional dan mudah marah. Penelitian menunjukkan bahwa tidur yang terganggu memengaruhi kemampuan otak untuk mengontrol emosi, sehingga hal kecil pun dapat memicu frustrasi.
2. Sulit Berkonsentrasi
Gangguan tidur menyebabkan otak tidak mendapatkan waktu yang cukup untuk beristirahat, sehingga konsentrasi menjadi lebih sulit. Anda mungkin merasa sering lupa, kehilangan fokus, atau tidak produktif dalam menyelesaikan tugas sehari-hari.
3. Meningkatnya Konsumsi Kafein
Rasa lelah akibat kurang tidur sering kali membuat orang mengandalkan kopi atau minuman berkafein lainnya. Namun, konsumsi kafein berlebih justru dapat memperburuk gangguan tidur.
4. Mengantuk di Siang Hari
Mengalami kantuk berlebihan di siang hari adalah tanda bahwa kualitas tidur Anda terganggu. Kondisi ini juga dapat memengaruhi produktivitas dan meningkatkan risiko kecelakaan jika Anda bekerja atau berkendara.
5. Perubahan Pola Makan
Kurang tidur memengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang. Hal ini bisa menyebabkan keinginan untuk ngemil, terutama makanan tinggi gula atau lemak, atau bahkan kehilangan nafsu makan.
6. Ketidakstabilan Emosi
Tidur yang terganggu dapat memperburuk suasana hati dan membuat seseorang merasa emosional sepanjang hari. Anda mungkin merasakan kesedihan berlebihan atas hal kecil atau kesulitan mengontrol perasaan.
7. Imunitas Menurun
Tubuh memerlukan tidur berkualitas untuk memproduksi protein yang melawan infeksi. Ketika tidur terganggu, produksi ini berkurang, sehingga tubuh lebih rentan terhadap penyakit.
8. Meningkatkan Kecemasan
Gangguan tidur sering kali berjalan seiring dengan peningkatan kecemasan. Hal ini menciptakan siklus: kecemasan membuat tidur terganggu, dan kurang tidur memperburuk kecemasan.
9. Penurunan Fungsi Kognitif
Kurangnya tidur dapat memengaruhi kemampuan memori, pemecahan masalah, dan reaksi tubuh. Kondisi ini berdampak pada kehidupan sehari-hari, baik secara profesional maupun pribadi.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
