Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 7 Desember 2024 | 05.39 WIB

8 Ciri Kepribadian Pria yang Suka Meniru Perilaku Buruk Ayahnya, Bagaimana Cara Mengatasinya?

ilustrasi perilaku buruk./Freepik - Image

ilustrasi perilaku buruk./Freepik

JawaPos.com - Sering kali terdengar istilah "Buah jatuh tak jauh dari pohonnya", yang berarti bahwa perilaku anak sebagian besar diturunkan dari sikap orang tuanya. Hal tersebut sangat berpengaruh terhadap kepribadiannya saat mereka beranjak dewasa.

Khususnya jika ada seorang pria yang memiliki sikap tempramen, mudah tersinggung, atau bahkan lembut dan romantis. Hal itu ternyata bisa dilihat dari cara perilaku ayahnya.

Melansir dari laman Baseline Mag pada (06/12) ada 8 ciri kepribadian pria yang suka meniru perilaku buruk ayahnya, diantaranya adalah :

1. Pengulangan yang tidak disadari

Kita semua mempunyai kebiasaan dan perilaku tertentu yang bahkan tidak disadari. Ini sering kali merupakan pola yang diperoleh dari orang tua, khususnya ayah.

Ketika seorang pria menghabiskan masa kecilnya dengan memerhatikan ayahnya, secara tidak sadar ia sering kali melakukan perilaku serupa. Hal ini dapat mencakup sifat-sifat negatif seperti reaksi agresif, keterampilan mendengarkan yang buruk, atau bahkan kecenderungan untuk menunda-nunda.

Masalahnya di sini adalah bahwa perilaku-perilaku ini sudah tertanam dalam diri sendiri sehingga sulit untuk diubah.

2. Kritik secara terus-menerus

Contoh pria yang meniru perilaku buruk ayahnya adalah sifat perfeksionis, sedari kecil ia telah dipupuk rasa tidak puas dan selalu mengkritik meskipun sudah melakukan sesuatu dengan lebih baik.

Perilaku tersebut secara tidak sadar selalu dilakukan saat ia beranjak dewasa, bahkan sudah memiliki keturunan.

3. Mekanisme penanggulangan yang tidak sehat

Ayah sering kali menjadi panutan saat kita menghadapi stres atau kesulitan. Jika ia selalu melakukan kebiasaan butuk seperti merokok, makan secara berlebihan, atau pergi berhari-hari tanpa diketahui, maka kemungkinan besar anaknya akan melakukan hal yang sama.

Kuncinya adalah mengenali mekanisme penanggulangan yang tidak sehat ini dan mencari alternatif yang lebih sehat seperti aktivitas fisik, meditasi, atau melakukan latihan pernapasan.

4. Salah menempatkan prioritas

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore