
seseorang yang tidak perlu membagikan setiap pendapatan secara online./Magnific/freepik
JawaPos.com - Di era media sosial, banyak orang merasa harus selalu hadir dalam setiap percakapan. Ada topik baru sedikit saja, komentar langsung bermunculan.
Mulai dari isu politik, hiburan, gaya hidup, hingga hal-hal pribadi yang sebenarnya tidak perlu diumbar. Dalam budaya digital modern, diam sering dianggap aneh. Orang yang tidak ikut berkomentar kadang dicap tidak peduli, kurang wawasan, atau bahkan tidak punya pendapat.
Padahal menurut psikologi, tidak semua orang memiliki kebutuhan untuk membagikan setiap pikiran mereka ke internet. Dan menariknya, orang-orang seperti ini justru sering memiliki kualitas mental dan emosional yang kuat.
Mereka bukan tidak peduli. Mereka juga bukan selalu pemalu atau antisosial. Banyak di antara mereka hanya memahami bahwa tidak semua hal harus dipublikasikan. Mereka tahu kapan harus berbicara, kapan harus diam, dan kapan sebuah opini lebih baik disimpan atau dibahas dalam ruang yang lebih sehat.
Psikologi modern melihat perilaku ini sebagai tanda dari kematangan emosional, kontrol diri, dan rasa aman terhadap identitas diri.
Dilansir dari Expert Editor pada Minggu (24/5), terdapat tujuh kekuatan kepribadian yang sering dimiliki oleh orang yang tidak merasa perlu membagikan setiap pendapatnya secara online.
1. Mereka Memiliki Kontrol Diri yang Tinggi
Salah satu kemampuan psikologis paling penting adalah self-regulation atau kemampuan mengendalikan impuls. Media sosial dirancang untuk mendorong reaksi cepat. Semakin spontan seseorang berkomentar, semakin tinggi interaksi yang tercipta.
Namun orang yang tidak merasa harus ikut berkomentar dalam setiap topik biasanya memiliki kemampuan menahan dorongan emosional. Mereka tidak langsung bereaksi ketika melihat sesuatu yang memancing emosi.
Mereka cenderung bertanya pada diri sendiri:

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
