
Ilustrasi 2 Desember diperingati sebagai Hari Pencegahan Polusi Internasional. Freepik
JawaPos.com - Jatuh pada hari Senin, 2 Desember diperingati sebagai Hari Pencegahan Polusi Sedunia atau World Pollution Prevention Day.
Momen ini hendaknya dapat menjadi refleksi sekaligus pengingat kepada masyarakat luas agar tidak lagi mencemari lingkungan.
Dikutip dari WHO pada Senin (2/12), dampak pencemaran udara dari asap kendaraan, asap pabrik, asap rokok, dan lain-lain bisa memicu terjadinya gangguan pernapasan, seperti asma, ISPA, dan kanker paru-paru.
Bayangkan, pencemaran udara juga bisa berakhir pada berkurangnya kadar oksigen di dalam tubuh manusia, sehingga membahayakan kesehatan.
Bukan hanya saluran pernapasan, sistem peredaran darah juga dapat terganggu akibat dari polusi udara.
Sekadar informasi, hal ini disebabkan oleh karbon monoksida (CO) yang jumlahnya sangat banyak, sehingga membuat kadar protein inflamasi dan jumlah kekentalan darah bertambah.
Itulah yang dapat memicu radang pembuluh darah sehingga bisa mengakibatkan penyakit kardiovaskular.
Lantas, bagaimana sejarah Hari Pencegah Polusi Udara Sedunia tersebut? Bagaimana sebaiknya sikap yang kita ambil sebagai manusia? Simak penjelasannya!
1. Sejarah Hari Pencegah Polusi Udara Sedunia
Mengutip dari National Today, Hari Pencegahan Polusi Sedunia diperingati setiap tanggal 2 Desember. Dengan gerakan-gerakan yang membuka mata seperti 'Fridays for Future'.
Hal itu yang mengambil dunia saat ini untuk tidak memerlukan banyak pengingat agar menyadari konsekuensi dari perubahan iklim.
Tindakan-tindakan kecil seperti menanam pohon muda, membuang sampah di tempat yang tepat, mendaur ulang barang-barang plastik adalah langkah-langkah awal untuk mengubah planet kita menjadi tempat yang berkelanjutan untuk ditinggali.
Organisasi internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Greenpeace, dan lainnya telah mendesak negara-negara di seluruh dunia mengambil tindakan pencegahan untuk mengendalikan polusi.
Menurut WHO, polusi udara menyebabkan sekitar 7 juta kematian setiap tahun. Sampah plastik di laut diperkirakan mencapai 8 juta ton setiap tahunnya.
Hal itu juga mengancam kehidupan laut. Sebab lebih dari 80 persen air limbah di dunia tidak diproses sebelum dibuang ke lingkungan.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
