Ilustrasi: Alasan perempuan mempertahankan suami kasar dan tempramental. (Pexels/Andrea Piacquadio)
JawaPos.com - Dalam bidang persepsi diri, ada garis tipis antara kepercayaan diri dan kompensasi yang berlebihan.
Kompensasi yang berlebihan, biasanya, merupakan penutup untuk perasaan tidak mampu dan harga diri yang rendah. Ini adalah upaya untuk meyakinkan orang lain (dan diri mereka sendiri) bahwa mereka lebih dari yang mereka yakini.
Namun, mereka yang telah menguasai seni perilaku manusia dapat dengan mudah mengenali kompensasi yang berlebihan ini. Ada beberapa perilaku tertentu yang merupakan tanda-tanda seseorang yang mencoba menyembunyikan rasa rendah diri mereka.
Dalam artikel ini, kita akan mengungkap 5 perilaku umum yang ditunjukkan oleh mereka yang memberikan kompensasi berlebihan untuk harga diri yang rendah. Berikut 5 perilakunya, dikutip dari hackspirit pada Jumat (22/11).
1) Membual secara berlebihan
Kita semua mengenal orang-orang yang membanggakan pencapaian mereka, terus-menerus mengingatkan kita akan kemenangan mereka.
Perilaku ini, meskipun terkadang hanya merupakan tanda kebanggaan atau kegembiraan, juga bisa menjadi tanda bahaya untuk kompensasi yang berlebihan.
Sebenarnya, mereka yang memiliki harga diri yang tinggi sering kali tidak merasa perlu untuk terus-menerus mengiklankan pencapaian mereka. Mereka puas dengan kesuksesan mereka dan tidak membutuhkan validasi eksternal, untuk merasa nyaman dengan diri mereka sendiri.
Di sisi lain, individu dengan harga diri yang rendah mungkin sering menyoroti pencapaian mereka dalam upaya untuk merasa lebih baik tentang diri mereka sendiri dan untuk meyakinkan orang lain (dan diri mereka sendiri), tentang nilai mereka.
Promosi diri secara terus-menerus tidak selalu merupakan tanda kepercayaan diri yang tinggi. Seringkali, ini merupakan indikator seseorang yang mencoba untuk mengimbangi perasaan tidak mampu secara berlebihan.
2) Terlalu defensif
Terkadang, sulit untuk tidak tersinggung. Namun ada perbedaan antara menjadi sensitif dan terlalu defensif.
Saya ingat suatu kali berbagi lelucon ringan dengan seorang teman saya, berpikir bahwa hal itu akan membuatnya tertawa. Namun, dia langsung bersikap defensif dan bereaksi seolah-olah saya telah melakukan serangan pribadi terhadapnya.
Setelah dipikir-pikir, tanggapannya merupakan indikasi yang jelas tentang harga dirinya yang rendah. Ia begitu tidak percaya diri, sehingga segala bentuk kritik, bahkan lelucon sekalipun, terasa mengancam dirinya.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
