
5 Tanda Seseorang Mengejar Kekuasaan di Media Sosial, Menurut Psikologi (freepik)
Sebagai pengguna media sosial, kini hampir semua orang ingin merasa dilihat, didengar, dan diakui, kita ingin postingan kita disukai, dibagikan, dan dikomentari.
Namun bagi sebagian orang, keinginan ini dapat berubah menjadi obsesi tidak sehat yang dikenal sebagai mengejar pengaruh.
Mengejar popularitas atau pengaruh dengan cara apa pun di media sosial, sering kali terungkap melalui perilaku tertentu yang dapat terasa tidak autentik atau hanya sekadar performatif.
Psikolog telah mengidentifikasi beberapa sifat dan perilaku yang menjadi ciri khas orang yang mengejar pengaruh. Jadi hari ini, mari kita bahas hal tersebut.
Dilansir dari geediting.com, Kamis (21/11) berikut sembilan tanda yang menunjukkan seseorang mungkin mengejar popularitas di media sosial, dan apa yang dikatakan perilaku ini tentang motivasi mereka.
Baca Juga: Orang yang Melakukan Perbuatan Baik Demi Popularitas di Media Sosial Biasanya Punya 6 Ciri Kepribadian Ini
1. Mereka terlalu mempromosikan diri mereka sendiri
Mempromosikan diri sendiri pada dasarnya tidaklah merugikan, banyak orang menggunakan media sosial untuk berbagi pencapaian mereka, pekerjaan kita, atau bahkan rambut indah kita baru-baru ini.
Namun bila menjadi berlebihan, itu mungkin merupakan tanda pengejaran pengaruh.
Para pemburu pengaruh sering kali menggunakan platform media sosial mereka sebagai iklan terus-menerus tentang diri mereka.
Setiap unggahan, setiap cerita, dan setiap komentar dibuat dengan cermat untuk menjual citra atau gaya hidup tertentu, seolah-olah hidup mereka adalah cuplikan sorotan yang tak pernah berakhir.
Pada akhirnya, tujuan mereka adalah mendapatkan suka, pengikut, dan komentar, mata uang pengaruh di media sosial
Baca Juga: Untuk Kamu yang Suka Insecure, Ini 7 Cara Menghadapi Rasa Takut Ketika Posting di Media Sosial!
2. Mereka terlibat dalam drama online
Jika seseorang terus-menerus terlibat dalam pertikaian atau kontroversi daring, ini bisa menjadi tanda mereka sedang mengejar pengaruh.
Internet memiliki rentang perhatian yang pendek, dan tidak ada yang lebih menarik perhatian seperti skandal atau perseteruan yang bagus.
Orang yang mengejar pengaruh sering kali berkelahi dengan tokoh yang lebih berpengaruh atau ikut-ikutan setiap topik yang sedang tren, terlepas dari apakah itu terkait dengan merek pribadi atau minat mereka.
Mereka bahkan dapat menciptakan kesalahpahaman atau menyebarkan rumor, semua itu demi mendapatkan lebih banyak visibilitas.
Baca Juga: Perempuan yang Jarang Memposting Kegiatan di Media Sosial Biasanya Punya 8 Ciri Khas Ini
3. Mereka tidak pernah offline
Media sosial mengambil alih porsi signifikan dari kehidupan seorang pemburu pengaruh, itu adalah dunia mereka untuk terus-menerus online, mengirim, berkomentar, menyukai, berbagi, dan menjalani kehidupan mereka melalui lensa persona media sosial mereka.
Realitanya, mengejar pengaruh bisa melelahkan. Tidak ada tombol mati, tidak ada waktu henti, tidak ada ruang untuk bernapas, dan tekanan untuk tetap relevan dan mengikuti lanskap digital yang terus berubah bisa sangat menguras tenaga.
Di balik postingan Instagram yang glamor dan video TikTok yang viral, sering kali ada orang yang berjuang untuk melepaskan diri, untuk menemukan keseimbangan, untuk mengingat siapa mereka sebelum mereka mulai mengejar pengaruh.
4. Mereka selalu mengikuti tren
Salah satu perilaku seorang pemburu pengaruh adalah mencari cara untuk tetap relevan dan terlihat di dunia media sosial yang bergerak cepat.
Itulah sebabnya mengikuti tren terbaru dan tantangan viral adalah sifat umum di antara para pemburu pengaruh.
5. Mereka adalah pengguna hashtag yang terus-menerus
Semua orang telah melihatnya, postingan dengan lebih banyak tagar daripada konten sebenarnya.
Mayoritas pemburu pengaruh dikenal dengan penggunaan tagar yang liberal, sering kali menggunakan tagar yang populer atau sedang tren untuk meningkatkan visibilitas unggahan mereka.
Baik itu #instagood, #photooftheday, #followme, atau #likeforlike, mereka tidak malu-malu mengunggahnya.
Sejujurnya, postingan mereka mungkin terlihat seperti kumpulan kata berisi tagar dengan sedikit konten sebenarnya.
Sebagian besar pengguna daring menggunakan tagar secara terbatas atau untuk menemukan konten yang diminati, tetapi para pemburu pengaruh menggunakannya sebagai umpan untuk menarik banyak suka, komentar, dan pengikut.
***

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
