Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 15 November 2024 | 02.02 WIB

Dear Orang Tua, Jangan Sering Membanding-Bandingkan Anak Jika Tidak Ingin Anak Mengalami 5 Masalah Ini

Orang tua yang selalu membandingkan anak. (Freepik)

JawaPos.com - Dalam mendidik anak, tidak jarang orang tua yang membandingkan anaknya dengan anak yang lain. Hal ini biasanya bertujuan untuk memotivasi anak.

Orang tua umumnya membandingkan anaknya dengan anak lain yang memiliki kemampuan lebih baik atau berhasil dalam bidangnya.

Meskipun memiliki maksud yang baik, seringkali membandingkan anak dengan anak yang lain lebih banyak menimbulkan dampak negatif dan masalah mental untuk anak.

Dikutip dari laman Integrative Psych pada (14/11), berikut ini masalah yang dapat muncul akibat orang tua sering membandingkan anaknya dengan orang lain.

  1. Dapat menyebabkan kecemasan

Gangguan kecemasan adalah salah satu akibat yang muncul karena anak-anak sering dibandingkan.

Saat orang tua membandingkan anaknya dengan yang lain, anak akan kehilangan motivasi, dan tingkat stres serta kecemasannya pun akan meningkat.

Alih-alih membandingkan, cobalah untuk berkomunikasi dengan anak, bicarakan alasan dan kesulitan yang mereka hadapi.

  1. Merusak harga diri anak

Ketika anak-anak terus-menerus dibandingkan dengan teman sebayanya, secara tidak sadar mereja merasa bahwa harga dirinya bergantung pada kemampuan mereka untuk menyamai atau melampaui orang lain.

Membandingkan anak dapat merusak harga dirinya dan menciptakan keyakinan bahwa mereka tidak akan pernah “cukup baik” sebagaimana adanya.

Seiring berjalannya waktu, hal ini dapat menimbulkan perasaan tidak layak dan tidak mampu yang terus berlanjut hingga dewasa yang berdampak pada hubungan, pilihan karier, dan kesejahteraan hidup.

  1. Membuat anak merasa tidak mampu

Orang tua yang selalu membandingkan anaknya dengan orang lain dapat membuat anak merasa selalu gagal dan tidak mampu.

Bukannya membuat anak semakin termotivasi, hal ini dapat menanamkan rasa takut gagal dan tidak mau mengambil risiko atau mengejar peluang baru.

Anak-anak mungkin menjadi ragu untuk mencoba kegiatan baru atau menantang diri mereka sendiri karena takut tidak dapat memenuhi standar yang ditetapkan oleh orang lain.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore