Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 November 2024 | 13.00 WIB

Secara Tak Sadar, Orang yang Sangat Terluka di Masa Lalu Sering Menunjukkan 8 Perilaku Ini dalam Hubungan Barunya

Ilustrasi orang yang terluka di masa lalu dan trust issue di hubungan barunya. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang yang terluka di masa lalu dan trust issue di hubungan barunya. (Freepik)

JawaPos.com - Di antara kita ada saja orang yang memiliki masa lalu menyakitkan dan membuat hatinya terluka oleh seseorang, entah karena dikhianati, dibohongi, dan ditinggalkan begitu saja. Butuh waktu bagi mereka untuk membasuh luka itu dan berusaha keras agar bisa memulai hidup kembali dengan orang baru, suasana baru, dan hubungan yang baru.

Tapi faktanya, orang yang sangat terluka di masa lalu tidak bisa sepenuhnya percaya. Melansir dari laman Baseline Mag, secara tak sadar, mereka sering menunjukkan 8 perilaku ini dalam hubungan barunya :

1. Selalu waspada

Bukan rahasia lagi bahwa disakiti di masa lalu membuat mereka khawatir akan disakiti lagi. Kewaspadaan ini sering terwujud dalam hubungan barunya dan selalu ada ide untuk mencegah potensi patah hati.

Meskipun rasa waspada ini dapat melindungi dari potensi bahaya, tapi juga bisa menghalangi mereka untuk mengalami keintiman dalam suatu hubungan.

2. Berjuang dengan kepercayaan

Jika ada orang yang terluka di masa lalu, seringkali sulit membangun kepercayaan dalam hubungan barunya. Meskipun tak memberikan alasan yang meragukan, tapi hatinya selalu gelisah.

Kepercayaan ini menjadi sebuah gunung besar yang harus didaki karena mereka takut dikhianati dan dikecewakan lagi.

3. Menganalisis segalanya secara berlebihan

Di zaman modern, sifat ini sering kali membuat kita menganalisis situasi secara berlebihan, terutama saat merasa cemas atau takut. Dalam hubungan, orang-orang yang pernah terluka di masa lalu mungkin terlalu menganalisis setiap kata, tindakan, atau ketiadaan kata-kata dari pasangannya.

Mereka terus-menerus mencari tanda-tanda masalah atau pengkhianatan, meskipun sebenarnya tidak ada. Ini bisa melelahkan bagi mereka dan membebani hubungan.

4. Menghindari konflik

Konflik bisa jadi sulit bagi siapa pun, tapi bagi mereka yang pernah sangat terluka di masa lalu, hal ini bisa sangat menakutkan. Mereka mungkin mengasosiasikannya dengan kepedihan akibat pertengkaran atau perselisihan di masa lalu yang menyebabkan tekanan emosional.

Akibatnya, mereka cenderung menghindari konflik dengan cara apapun. Hal ini bisa berarti membiarkan masalah memburuk atau menyetujui hal-hal yang tidak mereka sukai, hanya untuk menjaga perdamaian.

Memahami perilaku ini dan menciptakan ruang aman untuk dialog terbuka dapat membantu mereka mengatasi ketakutan ini dan membangun dinamika hubungan yang lebih sehat.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore