Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 November 2024 | 20.10 WIB

Jika Anda Mengenali 9 Perilaku Ini, Anda Tumbuh dengan Orang Tua yang Selalu Mendahulukan Kebutuhan Diri Mereka Sendiri

ilustrasi seseorang yang mendahulukan dirinya ketimbang anaknya/ Sumber foto: Freepik - Image

ilustrasi seseorang yang mendahulukan dirinya ketimbang anaknya/ Sumber foto: Freepik

JawaPos.com - Orang tua adalah panutan utama dalam kehidupan seorang anak, yang seharusnya mendukung, membimbing, dan memprioritaskan kebutuhan serta kebahagiaan anak.

Namun, ada kasus di mana beberapa orang tua lebih fokus pada kebutuhan dan keinginan mereka sendiri dibandingkan kebutuhan anak-anak mereka.

Fenomena ini sering disebut dengan "parentification" atau "toxic parenting" dan bisa menimbulkan dampak psikologis yang mendalam pada anak-anak yang tumbuh di lingkungan ini.

Dilansir dari Geediting pada Selasa (12/11), jika Anda merasa terhubung dengan sebagian besar dari sembilan perilaku di bawah ini, ada kemungkinan besar Anda pernah dibesarkan oleh orang tua yang cenderung menempatkan kepentingan diri mereka di atas kepentingan Anda. Berikut ini adalah sembilan perilaku tersebut:

1. Mereka Mengabaikan Perasaan dan Kebutuhan Anda

Orang tua yang terlalu fokus pada diri sendiri sering kali tidak peka terhadap perasaan dan kebutuhan anak.

Anda mungkin merasa diabaikan atau bahkan dianggap lemah ketika mengekspresikan emosi atau masalah pribadi.

Mereka mungkin cenderung berkata, "Jangan berlebihan" atau "Itu cuma masalah kecil," tanpa mempertimbangkan bagaimana hal tersebut memengaruhi Anda.

Orang tua yang mementingkan diri sendiri sering kali tidak memberikan dukungan emosional yang dibutuhkan.

Mereka mungkin mengabaikan perasaan Anda atau bahkan mengecilkan hati ketika Anda ingin membuka diri tentang masalah atau kekhawatiran Anda.

2. Ekspektasi Tinggi Tanpa Dukungan yang Memadai

Mereka mungkin memiliki harapan besar terhadap Anda, seperti pencapaian akademis, keberhasilan karier, atau prestasi di bidang tertentu, tetapi sering kali tanpa memberikan dukungan yang dibutuhkan.

Anda mungkin merasa ditekan untuk mencapai standar yang tinggi, namun tidak diberikan dukungan emosional atau instrumen untuk meraihnya.

Ketika Anda mengalami kegagalan atau merasa kesulitan, mereka lebih sering menyalahkan daripada memberikan dukungan.

Ini membuat anak merasa tidak cukup baik dan selalu kurang meski telah berusaha sekeras mungkin.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore