
Ilustrasi membangun personal branding (Thirdman/pexels.com)
JawaPos.com - Apa yang dibuat atau bagikan di media sosial, menjadi bagian dari narasi publik dan bisa memengaruhi karirmu, khususnya di bidang pemasaran digital.
Menurut penelitian, 50% pemberi kerja memeriksa profil media sosial kandidat, dan 64% manajer perekrutan meninjau profil jejaring sosial untuk melihat sisi personal seseorang.
Oleh karenanya, membangun jejak pribadi di media sosial memang membutuhkan usaha.
Jika dilakukan dengan tepat, maka media sosial dapat membantu mempercepat karir, membangun koneksi, dan menciptakan warisan. Dikutip dari digitalmarketinginstitute
1. Perbarui akun media sosial
Dengan lebih dari 5 miliar pengguna media sosial di seluruh dunia, rata-rata orang aktif memakai sekitar 6,7 platform berbeda setiap bulan. Sayangnya, tidak semua akun tersebut akan berkontribusi dalam membangun kehadiran onlinemu.
Lakukan audit guna menentukan platform mana yang paling relevan, lalu hapus akun yang sudah tidak digunakan atau tidak bermanfaat. Pastikan informasi di akun yang dipilih akurat dan lengkap untuk meningkatkan visibilitas dan menarik perhatian ke karyamu.
2. Identifikasi bidang keahlian
Setiap orang mempunyai keahlian, baik itu dalam menciptakan konten hebat atau menguasai topik tertentu. Di dunia pemasaran digital, contohnya seperti Rand Fishkin, Neil Patel, dan Steve Bartlett, yang dikenal sebagai ahli di bidangnya.
Cobalah bereksperimen dengan jenis konten yang paling responsif dari pengikutmu. Apabila ada konten yang berhasil, pertimbangkan dalam membuat atau mengulangnya. Semakin sering kamu membagikan konten menarik tentang bidang keahlianmu, semakin banyak orang yang akan melihatmu sebagai pemimpin pemikiran di topik tersebut.
3. Manfaatkan alat AI untuk media sosial
Kemajuan kecerdasan buatan membuat pembangunan merek pribadi lebih mudah. Dengan menggunakan alat AI, kamu dapat membangun identitas yang mencerminkan nilai, keahlian, dan tujuan dirimu.
4. Bagikan konten secara teratur
Dulu, semakin sering kamu memposting di media sosial, semakin banyak interaksi yang didapat. Namun kini, terlalu banyak posting bisa memicu kelelahan dan gangguan. Penting dalam menjaga komunikasi dengan audiens tanpa terlihat berlebihan.
Meski ada panduan untuk jumlah posting yang optimal di platform besar, seperti 3-5 posting seminggu di Instagram atau 1-2 posting sehari di LinkedIn, panduan ini lebih fleksibel bagi personal branding atau bisnis kecil.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
