Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 November 2024 | 21.25 WIB

7 Alasan Pasangan yang Bahagia Jarang Membagikan Status dan Mengumbar Hubungan di Media Sosial

Ilustrasi 7 alasan ini menunjukkan bahwa pasangan yang bahagia jarang membagikan status dan mengumbar hubungan di media sosial. - Image

Ilustrasi 7 alasan ini menunjukkan bahwa pasangan yang bahagia jarang membagikan status dan mengumbar hubungan di media sosial.

JawaPos.com - Tak sedikit orang yang merasa terganggu dengan pasangan yang selalu mengumbar kebahagiaan di media sosial. Mulai dari foto profil yang menunjukan selfie berdua yang tersenyum, status yang menunjukkan inside-joke, sampai kalian mempertanyakan mengapa mereka bisa bersama?

Berbeda dengan tampilan di depan publik, di balik pintu yang tertutup, pasangan-pasangan ini selalu bertengkar tentang segala hal, mulai dari pekerjaan rumah hingga keuangan. Bahkan di antaranya menunjukkan hubungan di ambang perpisahan.

Hal ini menjadi sangat melelahkan hingga kalian mulai merindukan hari-hari ketika status media terasa menyenangkan. Sayangnya, media sosial telah berkembang menjadi bagian kehidupan sehari-hari yang mencangkup berbagai banyak informasi tentang hubungan seseorang.

Masalahnya pasangan yang benar-benar bahagia tidak perlu membanggakannya. Bahkan, beberapa pasangan bahagia jarang membicarakan hubungan mereka di media sosial.

Dilansir dari inc. 7 alasan ini menunjukkan bahwa pasangan yang bahagia jarang membagikan status dan mengumbar hubungan di media sosial.

1. Tidak membutuhkan validasi orang lain

Bila dua orang terus-menerus mengunggah lelucon, menyatakan cinta mereka satu sama lain, atau berbagi foto diri tengah melakukan aktivitas yang menyenangkan dan romantis berdua, itu adalah taktik yang digunakan untuk meyakinkan orang lain bahwa mereka berada dalam hubungan yang bahagia dan sehat.

Hal ini bukanlah hal yang diperlukan oleh pasangan bahagia. Pasangan yang bahagia tidak akan menggunakan cara ini untuk menipu diri sendiri agar berpikir bahwa mereka berada dalam hubungan yang bahagia dan sehat.

Mereka tidak membutuhkan validasi atas hubungan mereka dari orang lain di media sosial. Mereka dan pasangannya merasa bahagia tanpa perlu mendapatkan suka atau komentar yang menguatkan dari orang lain, karena telah membangun hubungan yang bahagia berdua.

2. Tidak memiliki sifat psikopat dan narsis

Sebuah survei terhadap 800 pria yang berusia 18 hingga 40 tahun menemukan bahwa narsisme dan psikopat memprediksi jumlah selfie yang diunggah, sedangkan narsisme dan objektifikasi diri memprediksi penyuntingan foto diri sendiri yang diunggah.

Studi lain menemukan bahwa orang yang memposting, menandai, dan berkomentar di Facebook sering dikaitkan dengan narsisme pada pria dan wanita. Singkatnya, semakin seseorang yang memposting atau terlibat di media sosial, maka besar kemungkinan ia adalah narsis atau lebih buruk psikopat.

3. Saat bahagia, tidak terganggu dengan media sosial

Akan ada banyak waktu di mana mereka bisa berbagi status atau foto bersama pasangan. Namun, alih-alih bermain media sosial, pasangan yang bahagia sibuk menikmati kebersamaan mereka saat ini.

Mereka tidak akan berhenti menikmati kebersamaan berdua pasangan hanya untuk memposting status atau selfie yang dibagikan di sosial media. Itulah sebabnya, banyak pasangan yang jarang mengunggah foto karena terlalu sibuk bersenang-senang hingga tidak sempat mengunggah foto.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore