Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 November 2024 | 22.41 WIB

Pengaruh Media Sosial Terhadap Gaya Hidup dan Perilaku Remaja yang Harus Disadari agar Dapat Dikurangi

Ilustrasi menggunakan sosmed/freepik.com - Image

Ilustrasi menggunakan sosmed/freepik.com

JawaPos.com - Penggunaan media sosial telah meningkat secara signifikan dalam satu setengah dekade terakhir. Pada tahun 2005, hanya lima persen orang dewasa di AS yang memakai platform ini, tetapi kini jumlahnya mencapai sekitar 70 persen.

Pertumbuhan pengguna Facebook, Instagram, Twitter, Snapchat, dan platform lainnya, serta waktu yang dihabiskan di sana, telah menarik perhatian pembuat kebijakan, guru, orang tua, dan dokter mengenai dampaknya terhadap kehidupan dan kesejahteraan psikologis.

Walau penelitian di bidang ini masih awal, para peneliti psikologi media mulai mengungkap pengaruh waktu yang dihabiskan di platform tersebut terhadap kehidupan sehari-hari remaja. Melansir apa.org, berikut ini pengaruh media sosial terhadap perilaku dan gaya hidup remaja.

Media Sosial dan Hubungan Sosial

Salah satu kekhawatiran utama adalah apakah waktu yang dihabiskan di media sosial mengurangi interaksi tatap muka, ini dikenal sebagai perpindahan sosial. Kekhawatiran tentang perpindahan sosial sudah ada sejak lama, bahkan sejak zaman telepon.

Jeffrey Hall, PhD, dari University of Kansas, menyatakan bahwa isu ini telah ada lebih dari 100 tahun, dengan keyakinan bahwa teknologi senantiasa menggantikan waktu bersama teman dan keluarga. Penelitian Hall melakukan penyelidikan terhadap opini ini.

Dalam salah satu studi, peserta mencatat waktu yang dihabiskan untuk 19 aktivitas berbeda selama periode di mana mereka diminta tidak memakai media sosial. Selama periode tersebut, mereka melaporkan telah menghabiskan lebih banyak waktu untuk aktivitas lain, tetapi tidak ada perbedaan dalam waktu yang dihabiskan bersosialisasi dengan orang-orang terdekat.

Hall menyimpulkan bahwa, berdasarkan penelitiannya dan studi lain, tidak ada banyak bukti bahwa media sosial secara langsung menggantikan interaksi yang berarti dengan orang-orang terdekat. Salah satu alasannya mungkin adalah karena kita cenderung berinteraksi dengan orang yang kita cintai lewat berbagai cara, seperti pesan teks, email, telepon, dan pertemuan langsung.

Pengaruh Media Sosial pada Remaja

Sebuah studi oleh Jean Twenge, PhD, dari San Diego State University, menemukan bahwa siswa sekolah menengah atas yang akan masuk perguruan tinggi pada tahun 2016 menghabiskan satu jam lebih sedikit per hari guna interaksi sosial langsung seperti pergi ke pesta atau menonton film dibandingkan dengan siswa pada akhir tahun 1980-an.

Penurunan ini dihubungkan dengan meningkatnya pemakaian media digital, meskipun pada tingkat personal, di mana penggunaan media sosial lebih banyak berkaitan positif dengan interaksi sosial langsung.

Sayangnya, remaja menjadi yang paling banyak memakai media sosial dan paling sedikit berinteraksi secara langsung. Kondisi ini melaporkan tingkat kesepian tertinggi.

Meskipun Twenge berpendapat bahwa interaksi tatap muka di kalangan remaja mungkin menurun akibat meningkatnya waktu di media digital, Hall mengemukakan kemungkinan bahwa hubungan tersebut bisa sebaliknya.

Hall mengutip peneliti Danah Boyd yang berpendapat bahwa remaja tidak menggantikan waktu tatap muka dengan media sosial, sebaliknya mereka beralih ke media sosial karena semakin terbatasnya kesempatan dalam bertemu teman secara langsung.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore