
Ilustrasi orang berpikir kritis (jcomp/freepik.com)
JawaPos.com - Sejak kecil hingga dewasa, kita selalu diajarkan untuk menjadi pemikir kritis, memeriksa segala sesuatu dengan teliti dan objektif agar bisa membuat keputusan yang lebih baik. Oleh sebab itu, adakalanya orang menanggapi berbagai hal secara serius.
Selain itu, mereka juga merenungkan masalah secara mendalam dan memeriksa setiap aspek dengan seksama.
Tidak hanya sampai di situ, mereka mungkin juga sering kali berlebihan dalam menganalisis segalanya.
Mereka mungkin telah melewati batas dari berpikir kritis ke over thinking dan ini bisa berbahaya serta tidak produktif. Mengutip hackspirit.com, berikut ini beberapa perbedaan orang berpikir kritis dan overthinking.
1. Tujuan
Orang yang berpikir kritis memiliki tujuan yang jelas, sementara orang overthinking tidak mempunyai arah yang pasti.
Ketika kamu seorang pemikir kritis dan duduk untuk merenungkan suatu masalah, kamu punya misi dalam menyelesaikan masalah tersebut.
Menurut para peneliti, pemikir kritis menggunakan berbagai teknik dalam menentukan tindakan, seperti memahami hubungan antar ide, menentukan relevansi ide, mengidentifikasi kesalahan dalam penalaran, membenarkan asumsi, nilai, dan keyakinan, serta mengakui keterbatasan pribadi.
Di sisi lain, jika kamu terlalu banyak berpikir, maka bisa kehilangan fokus dan terjebak dalam siklus pikiran negatif. Kamu akan terus-menerus khawatir dan berjuang untuk memahami situasi.
Proses berpikirmu akan menjadi kacau yang menunjukkan bahwa kamu telah kehilangan tujuan dalam hidup.
2. Fokus
Tidak dapat disangkal bahwa tujuan hidupmu sangat memengaruhi dirimu untuk fokus. Berpikir kritis mempunyai fokus yang jelas, sementara berpikir berlebihan bersifat kacau dan tidak terarah.
Orang overthinking tampak sebagai kumpulan pikiran dan emosi yang tidak terkendali. Mereka akan mulai memikirkan suatu situasi, lalu beralih ke hal-hal yang kurang relevan, beberapa di antaranya mungkin tidak ada hubungannya dengan masalah yang sedang dihadapi.
Kamu hanya melompat dari satu pikiran ke pikiran lain, seperti monyet yang berayun dari dahan ke dahan. Tidak mengherankan jika otak yang terlalu banyak berpikir sering disamakan dengan istilah monkey mind.
Namun, seperti yang telah dijelaskan bahwa berpikir kritis lebih terstruktur. Meskipun melibatkan berbagai jalur dan tidak selalu linier, berpikir kritis punya tujuan tunggal yaitu menemukan jawaban atau memecahkan masalah yang membantumu tetap fokus.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
