Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 Oktober 2024 | 22.12 WIB

5 Alasan Gen Z Mendapatkan Stigma Negatif di Dunia Kerja, Salah Satunya Memiliki Rentang Perhatian Lebih Pendek

Ilustrasi gen Z di dunia kerja. - Image

Ilustrasi gen Z di dunia kerja.

JawaPos.com - Generasi Z atau sering disingkat menjadi gen Z adalah orang yang lahir sekitar 1997 hingga 2012. Pada saat ini mereka telah memasuki usia SMA, kuliah, bekerja, bahkan menikah.

Mengutip dari laman Fakultas Hukum UNIS, bahwa gen Z disebut dengan "digital native" karena kebiasaan hidup mereka yang sangat bergantung pada teknologi digital menjadikannya sebagai generasi serba instan.

Sehingga keinginan gen Z yang kebutuhannya terpenuhi dengan cepat dan mudah, seringkali menjadi topik pembicaraan menarik di berbagai lingkungan. Mereka dikenal tidak ingin ribet dan selalu mengambil jalan pintas dalam menghadapi masalah.

Melansir dari laman Ripple Match pada (29/10) inilah 5 alasan gen Z mendapatkan stigma negatif di dunia kerja, diantaranya :

1. Memiliki Rentang Perhatian Lebih Pendek

Menurut sebuah penelitian pada tahun 2019, gen Z memiliki rentang perhatian sekitar 4-8 detik lebih sedikit dibandingkan generasi milenial. Gen Z tumbuh di masa ketika terdapat begitu banyak informasi yang datang dari berbagai sumber, sehingga mereka cukup pandai dalam meredam kebisingan.

Hal ini juga disebabkan karena gen Z tumbuh dalam lanskap media sosial yang ditentukan oleh batasan karakter, sehingga mudah berasumsi bahwa mempertahankan perhatian gen Z akan semakin sulit.

2. Seorang Multitaskers

Pada saat tertentu, Gen Z dapat mendengarkan album baru, menelusuri feed sosial mereka, dan melakukan banyak percakapan pada saat yang bersamaan. Menurut laporan Sparks & Honey, anggota Gen Z melakukan banyak tugas di lima layar berbeda setiap hari di smartphone mereka.

Meskipun perpecahan fokus dapat menimbulkan konsekuensi seperti kelelahan atau peningkatan tingkat stres. Meskipun dampak positifnya bisa berkembang dalam lingkungan yang “kacau", tapi bekerja multitasking sulit mendapatkan hasil maksimal.

3. Kecanduan Teknologi dan Tak Bisa Interaksi Tatap Muka

Gen Z terkenal sebagai generasi pertama yang tidak dapat mengingat dengan jelas masa sebelum adanya internet, mereka ini ditentukan oleh penggunaan perangkat pintar yang terus-menerus, kecintaan terhadap media sosial, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan digital.

Lebih dari 60% waktu mereka dihabiskan secara online, oleh karena itu sulit bagi mereka untuk bisa interaksi secara tatap muka.

4. Terlalu Berharap Banyak pada "Branding" Perusahaan

Mirip dengan generasi milenial, gen Z memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap branding yang berinteraksi dengan mereka seperti pemerintah dan perusahaan tempatnya bekerja.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore