Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 Oktober 2024 | 16.57 WIB

5 Alasan Mengapa Kamu Tidak Boleh Oversharing di Media Sosial, Gen Z Wajib Simak!

ilustrasi seseorang yang mengunci akun media sosial/ Freepik - Image

ilustrasi seseorang yang mengunci akun media sosial/ Freepik

JawaPos.com - Dewasa ini, hampir setiap orang memiliki media sosial masing-masing. Baik itu untuk kebutuhan pekerjaan, agar tidak tertinggal dari teman-teman, atau bahkan benar-benar ingin berbagi kesehariannya sendiri.

Soal berbagi, ada beberapa jenis orang yang berbagi kehidupan melalui media sosial. Ada yang hampir setiap hari mengunggah momen-momen terkecil dalam hidupnya begitupun sebaliknya. 

Dalam penggunaan media sosial, ada sebuah istilah yang biasa digunakan anak muda untuk orang yang terlalu banyak berbagi. Istilah tersebut adalah oversharing atau dalam bahasa Indonesia berarti terlalu banyak berbagi.

Di media sosial orang yang suka oversharing biasa berisi detail terkecil apapun dalam hidupnya. Semua pengikutnya bisa tahu seluruh kegiatan karena didokumentasikan olehnya.

Ternyata, oversharing di media sosial tidak sepenuhnya memiliki efek positif. Dilansir dari Bridestory dan Real, ada 5 alasan mengapa kamu tidak boleh oversharing di media sosial:

1. Hidup untuk Media Sosial

Alasan pertama dari mengapa kamu tidak boleh oversharing di media sosial adalah karena kamu bisa saja berakhir hidup untuk media sosial. Media sosial seharusnya merupakan tempat dimana kamu bisa memberikan segalanya, baik itu hal positif maupun negatif.

Akan tetapi, terlalu banyak berbagi bisa jadi merubah pandanganmu terhadap sosial media. Kamu jadi semakin ingin berbagi kehidupan yang sempurna dan mengusahakan segala cara untuk tampil baik di media sosial.

Kamu bisa jadi tidak mengunggah hal negatif yang sebenarnya manusiawi. Kamu menjadi orang lain dan tidak sepenuhnya jujur pada perasaanmu. Hal ini nantinya bisa berpengaruh pada kesehatan mental yang berusaha tampil baik setiap hari.

2. Tidak Ada Privasi Pribadi

Alasan kedua mengapa kamu tidak boleh oversharing di media sosial adalah karena tidak adanya privasi pribadi. Semakin banyak kamu memberikan seluruh sudut kehidupanmu maka semakin tidak ada privasi dalam kehidupanmu.

Semua orang bisa tahu kamu berada dimana, apa yang kamu pikirkan dan masih banyak lagi. Tidak ada hubungan pertemanan atau romansa yang tersimpan secara berharga untuk diri sendiri.

Apabila kamu terbiasa mendokumentasikan dan membagikannya ke banyak orang, kamu bisa jadi kehilangan rasa berharga yang seharusnya hanya ada di antara kamu dan orang terdekat.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore