Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 Oktober 2024 | 22.20 WIB

Seseorang yang Terjebak dalam Hidup di Masa Lalu, Biasanya Menunjukkan 9 Perilaku Ini Tanpa Dia Sadari

pengalaman masa lalu yang menjadikan seseorang sulit percaya pada orang lainmenurut Psikologi./Pexels/ Engin Akyurt - Image

pengalaman masa lalu yang menjadikan seseorang sulit percaya pada orang lainmenurut Psikologi./Pexels/ Engin Akyurt

JawaPos.com - Setiap manusia memiliki pengalaman hidup di masa lalu yang bisa membawanya seperti saat ini, baik itu menyedihkan atau menyenangkan.

Mengutip dari laman Alodokter pada (17/10) mengenang masa lalu bukanlah sesuatu yang buruk selama tidak mengganggu aktivitas sehari-hari, mengganggu relasi dengan orang lain, atau menurunnya kesehatan tubuh.

Bahkan mengenang masa lalu merupakan salah satu cara refleksi diri agar bisa belajar dari pengalaman.

Tapi sepertinya berbeda dengan seseorang yang terjebak dalam hidup masa lalu dan sulit fokus untuk hidup saat ini dan masa depan.

Melansir dari laman Expert Editor, seseorang yang terjebak dalam hidup masa lalu, biasanya menunjukkan 9 perilaku ini tanpa dia sadari :

1. Suka Meromantisasi Masa Lalu

Seseorang yang seperti ini akan sering berbicara tentang masa lalu yang indah, disaat segala situasi terasa lebih baik, lebih sederhana, atau lebih memuaskan.

Meskipun mengenang masa lalu bisa menjadi bagian hidup yang sehat, terjebak dalam kejayaan masa lalu dapat menghalangi kita untuk sepenuhnya memanfaatkan peluang hari ini.

2. Menolak Perubahan

Penolakan terhadap perubahan adalah ciri umum lainnya dari mereka yang hidup di masa lalu. Butuh refleksi diri untuk menyadari bahwa menolak perubahan ini terjadi karena keterikatan pada masa lalu, sehingga menyulitkan kita untuk melompat pada perubahan.

Jika seseorang merasa ragu untuk mengambil peluang baru atau mengubah pola lama, kemungkinan dia terjebak dalam hidup di masa lalu tanpa menyadarinya.

3. Bergumul dengan Pengampunan

Menyimpan rasa sakit dan keluhan di masa lalu adalah tanda lain dari hidup di masa lalu. Saat memendam kebencian, pada dasarnya kita mengenang kembali saat-saat menyakitkan itu berulang kali dan ini akan menjadi beban emosional tersendiri.

Menariknya, penelitian menunjukkan bahwa sikap memaafkan dapat meningkatkan kesehatan mental dan fisik. Dengan itu, kita tidak mengatakan bahwa hal yang terjadi baik-baik saja, tapi memilih untuk melepaskan cengkeramannya dari diri kita.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore