
Orang-orang yang mengembangkan kecenderungan menimbun barang seiring bertambahnya usia biasanya menunjukkan 8 perilaku ini, menurut psikologi./freepik.
JawaPos.com - Jika Anda pernah bertemu seseorang yang memiliki kebiasaan menimbun barang seiring bertambahnya usia, Anda mungkin menyadari bahwa itu lebih dari sekadar kebiasaan yang berantakan.
Penimbunan merupakan masalah psikologis kompleks yang dapat berkembang seiring waktu dan menjadi semakin bermasalah seiring bertambahnya usia.
Saat kita bertambah tua, perilaku tertentu dapat muncul yang dapat membingungkan dan membuat frustrasi orang di sekitar.
Psikologi telah mengidentifikasi 8 perilaku umum yang dikaitkan dengan kecenderungan menimbun barang pada orang dewasa yang lebih tua. Dilansir dari geediting.com, Senin (14/10), perilaku-perilaku tersebut diantaranya:
1. Kesulitan membuang barang
Salah satu tanda pertama yang mungkin Anda perhatikan pada seseorang yang mengembangkan kecenderungan menimbun seiring bertambahnya usia adalah meningkatnya kesulitan dalam membuang barang.
Ini bukan sekadar keengganan untuk membuang majalah lama atau peralatan yang rusak. Ini adalah keterikatan emosional yang mendalam terhadap benda-benda yang tampaknya tidak penting yang mungkin tampak membingungkan bagi orang lain.
Misalnya, jika Anda membantu orang tua Anda yang sudah lanjut usia membersihkan rumah mereka, dan mereka bersikeras menyimpan sepatu lama yang sudah usang karena mereka “mungkin akan membutuhkannya suatu hari nanti,” ini bisa menjadi tanda bahaya.
Penolakan untuk membuang barang sering kali berasal dari ketakutan yang kuat akan membutuhkan barang tersebut di masa mendatang namun tidak memilikinya.
Perilaku ini lebih dari sekadar berhemat atau sentimental. Ini adalah kecemasan yang berlebihan tentang melepaskan harta benda , bahkan ketika harta benda itu tidak lagi berguna atau diperlukan.
2. Kekacauan yang rapi dan terorganisir
Bertentangan dengan apa yang mungkin diasumsikan banyak orang tentang penimbunan, tidak semua penimbun tinggal di lingkungan yang kacau dan berantakan.
Beberapa orang dengan kecenderungan menimbun barang menunjukkan tingkat keteraturan yang mengejutkan. Mereka dapat menata, mengkategorikan, dan menyimpan koleksi barang-barang mereka yang terus bertambah dengan rapi.
Hal ini kadang kala dapat menutupi tingkat keparahan masalah, karena kerapian lingkungan dapat memberikan ilusi kendali dan ketertiban.
3. Isolasi sosial

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
