Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 13 Oktober 2024 | 19.01 WIB

Membaca Pikiran Orang Lain Bukan Kemampuan Gaib, Melainkan Kemampuan Psikologis dan Bisa Dipelajari oleh Banyak orang

Ilustrasi- Orang yang intuitif dan mampu membaca pikiran orang lain (dargog1-freepik) - Image

Ilustrasi- Orang yang intuitif dan mampu membaca pikiran orang lain (dargog1-freepik)

JawaPos.com – Ketika mendengar istilah membaca pikiran orang lain, acapkali dalam benak kita kemampuan tersebut terasosiasi kepada perkara klenik dan gaib. Padahal, kemampuan membaca pikiran memiliki tempat dalam ruang kajian ilmiah, khususnya ilmu psikologi.

Secara harfiah, manusia tidak dapat membaca pikiran orang lain, tetapi dapat menciptakan model mental sehingga dapat menebak pikiran dan perasaan orang lain secara efektif. Hal ini dikenal sebagai akurasi empati dan melibatkan "membaca" isyarat yang dikirimkan oleh kata-kata, emosi, dan Bahasa tubuh orang lain.

Sebagian besar orang dapat membaca orang lain sampai tingkat tertentu, tetapi keterampilan ini sulit digeluti oleh orang-orang yang berada dalam situasi autisme atau menderita gangguan psikotik.

"Tetapi mereka yang berada dalam spektrum autisme atau individu yang menderita gangguan psikotik mungkin kesulitan membedakan emosi atau isyarat sosial orang lain," dikutip dari psychologytoday.com, pada Minggu, (13/10).

Seringkali, untuk mengetahui pikiran dan motivasi kita secara personal saja bersifat sangat menantang, apalagi membaca pikiran orang asing atau kerabat, teman, hingga pasangan.

Banyak orang membuat kesalahan mental yang kritis dengan melebih-lebihkan kemampuan pasangan atau anggota keluarga untuk membaca pikiran mereka sendiri, dengan asumsi bahwa siapapun yang mengenal mereka dengan baik seharusnya juga mengetahui apa yang mereka pikirkan atau rasakan, meski mereka tidak mengatakannya dengan lantang.

Saling Membaca Pikiran Satu Sama Lain

Dalam cerita fiksi ilmiah, membaca pikiran secara rutin digunakan untuk tujuan jahat. Dalam kenyataan, membaca pikiran memiliki pemahaman yang jelas tentang sesuatu yang dipikirkan dan dirasakan orang lain dapat membantu kita menghindari konflik dan miskomunikasi, serta memperkuat hubungan pribadi.

Ketika mencoba membaca pikiran seseorang atau lebih tepatnya memahami kondisi batin, bahasa tubuh, nada bicara dan pilihan kata biasanya merupakan portal memahami seseorang secara abstrak. Selain itu, empati juga merupakan elemen penting untuk membaca pikiran seseorang, karena mampu menempatkan diri pada posisi orang lain dapat memberikan wawasan penting ke dalam perspektif mereka, dan membuat pemahaman akan pikiran, perasaan, dan tindakan mereka menjadi lebih mudah.

Cara Membaca Pikiran Orang Lain

Penelitian menunjukkan bahwa ketajaman kita terhadap emosi dan kepercayaan orang lain dapat tampak dari reaksi tubuh kita terhadap mereka, setidaknya sama kuatnya dengan penilaian mental kita terhadap ucapan mereka. Maka, mempercayai firasat seseorang dengan memperhatikan reaksi tubuh kita terhadap orang lain, dapat membantu kita membuat penilaian yang lebih akurat tentang orang lain.

Selain itu, wajah adalah pintu masuk besar untuk memahami emosi dan pikiran seseorang. Penelitian menunjukkan bahwa wajah seseorang yang sedang bahagia berbentuk V, dengan alis dan mulut terangkat ke atas, sedangkan wajah orang yang sedang marah lebih condong ke huruf X, dengan alis dan mulut mengarah ke bawah. Menyadari kecenderungan ini pada orang lain dan diri kita sendiri dapat meningkatkan komunikasi dan pemahaman.

Meningkatkan Daya Membaca Pikiran Orang Lain

Seseorang yang memiliki kecerdasan sosial dan mampu membangun relasi dengan orang lain secara mahir memiliki potensi salah membaca pikiran orang lain. Pasalnya, seseorang yang mahir tersebut berpotensi bias kecenderungan budaya atau faktor situasional mereka sendiri, seperti tidak menyadari bahwa seseorang yang terlihat menangis mungkin hanya memiliki alergi musiman.

Pengetahuan yang lebih penting terkait dengan kemampuan membaca pikiran orang lain adalah tentang menunjukkan perasaan mereka dan bagaimana tubuh dan pikiran kita menyikapi perasaan orang lain. Kepekaan yang seimbang ini dapat meningkatkan kemampuan kita dalam membaca pikiran orang lain.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore