
Ilustrasi alasan mengapa dry text merusak suasana hati.
JawaPos.com - Berkirim pesan teks sebagai sarana komunikasi menjadi salah satu penemuan terbaik di masa lalu. Namun semakin ke sini, nampaknya, pesan teks nggak lagi relate untuk sebagian orang. Makanya sekarang muncullah istilah populer bernama dry text.
Dry text terjadi ketika alur percakapan yang diharapkan atau normal mulai berubah. Ini mungkin terlihat seperti salah satu pihak dalam percakapan teks menjadi lambat dalam merespon dan tampak kurang terlibat.
Biasanya ditandai dengan respon yang pendek, padat, dan hanya sekitar satu hingga empat kata. Dry texting mendapatkan namanya dari nada percakapan yang tiba-tiba berubah menjadi kering atau mengering.
Beberapa contoh dry text dapat mencakup hal-hal seperti waktu respon yang lebih lama, balasan yang minim dalam percakapan, dan tampak kurang terlibat. Dilansir dari Well and Good, inilah alasan mengapa dry text merusak suasana hati.
1. Membuat salah satu pihak kebingungan
Pesan teks yang datar bisa sangat membingungkan jika tidak ada isyarat non-verbal lain selain, "tentu", "keren", atau "tidak apa-apa". Pesan teks tersebut dapat membuat penerima "tidak yakin dengan pendirian mereka dan nada pesan yang dikirim.
Pada dasarnya, tidak ada yang salah dengan pesan teks yang datar jika kedua belah pihak merasa nyaman dan senang dengan tingkat komunikasi tersebut. Namun, salah satu masalah potensial dari dry text yang datar adalah jika hal itu membuat salah satu pihak bingung dengan komunikasi dan mulai mempertanyakan hubungan secara keseluruhan.
2. Tidak adanya timbal balik
Dalam banyak kasus, teks yang membosankan akan menjengkelkan hanya karena kurangnya konteks membuat seseorang mulai mempertanyakan apa yang sebenarnya dikatakan. Namun, dalam kasus lain, orang tersebut mungkin tidak akan meragukan maksud teks tersebut, namun tetap merasa frustasi dengan apa yang dikatakan.
Alasannya karena ekspektasi timbal balik dalam hubungan yang sehat. Jika seseorang mengirim teks deskriptif yang panjang penuh emoji dan seorang teman atau pasangan membalas dengan teks yang pendek dan datar, bisa jadi mereka tidak berusaha untuk berinteraksi dengan baik.
Hal ini membuat orang tersebut merasa tidak menjadi prioritas dan keinginannya untuk berkomunikasi dan terhubung dengan orang lain hanya bertepuk sebelah tangan.
3. Menjadi overthinking
Ketika seseorang mengabaikan salah satu permintaan orang untuk terhubung, hal itu dapat membuat orang yang memulai komunikasi merasa tertekan karena keinginannya untuk tetap dekat.
Meskipun mengabaikan seseorang di dunia nyata adalah hal yang biasa, tetap saja akan terasa mengecewakan untuk orang tersebut karena seorang-olah mengabaikan pesan dengan tanggapan yang cepat.
Hal ini juga dapat memicu seseorang untuk berpikir kalau berperilaku diam atau minim ekspresi sebagai cara untuk mengekspresikan kekesalan. Ini akan membawa pada pengalaman dan cenderung menjadi overthinking setiap mendapatkan dry text dari seseorang.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
