
Ilustrasi menulis jurnal. (freepik.com)
JawaPos.com–Menulis tentang pengalaman yang menyedihkan atau trauma dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan fisik dan emosional.
Journaling atau menulis jurnal merupakan aktivitas yang melibatkan proses menuangkan ide, perasaan, atau emosi, ke dalam bentuk tulisan atau gambar. Aktivitas ini menjadi sarana untuk meluapkan perasaan tanpa khawatir akan penilaian dari orang lain.
Memulai kebiasaan menulis jurnal tidak selalu mudah. Terkadang, aktivitas ini terasa seperti sebuah tugas yang membebani, dan keinginan untuk menulis setiap hari bisa membuat sebagian orang merasa terbebani.
Namun, manfaat positif dari menulis jurnal tetap bisa dirasakan, meskipun tidak dilakukan setiap hari. Dilansir dari healthline.com dan WebMD, berikut 6 manfaat journaling untuk kesehatan mental yang sayang untuk dilewatkan.
Menurut Amy Hoyt PhD, pendiri Mending Trauma, menulis jurnal bisa menjadi cara efektif untuk mengurangi tekanan ketika merasa kewalahan atau banyak hal yang terjadi. Banyak penelitian yang juga mendukung manfaat journaling. Dalam sebuah penelitian, pasien, keluarga, dan tenaga kesehatan di rumah sakit anak melaporkan penurunan stres setelah menjalani latihan menulis.
Seperti menuliskan tiga hal yang disyukuri, menyusun kisah hidup dalam enam kata, atau menulis tiga keinginan. Penelitian lanjutan menunjukkan bahwa 85 persen peserta merasa latihan tersebut membantu mengelola stres, dan 59 persen di antaranya terus menggunakan journaling sebagai cara untuk mengatasi tekanan dalam kehidupan sehari-hari.
Tinjauan penelitian pada 2018 mengungkapkan bahwa menulis tentang perasaan dan pikiran terdalam dapat memberikan beberapa manfaat kesehatan. Termasuk mengurangi kunjungan ke dokter akibat stres, menurunkan tekanan darah, memperbaiki suasana hati, dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang menulis tentang perasaan mereka memiliki kemampuan lebih baik dalam mengelola emosi dibandingkan mereka yang menulis tentang pengalaman biasa.
Penelitian tersebut juga mengungkapkan bahwa mengekspresikan perasaan secara abstrak melalui tulisan lebih menenangkan dibandingkan dengan menulis secara langsung tentang pengalaman tersebut.
Ketika pikiran negatif atau kekhawatiran muncul, kita sering kali mudah terjebak dalam pola berpikir yang berlebihan atau yang biasa disebut dengan overthinking. Namun, menurut Sabrina Romanoff, PsyD, seorang psikolog klinis di New York City, menuliskan pikiran tersebut dapat menciptakan ruang dan jarak untuk berpikir lebih jernih. Proses ini dikenal sebagai defusi kognitif, konsep yang berasal dari terapi penerimaan dan komitmen.
”Intinya, Anda bukanlah pikiran, emosi, atau gejala fisik. Anda adalah konteks di mana semua itu terjadi,” jelas Romanoff.
Menuliskan pikiran dan perasaan tentang suatu situasi adalah langkah awal untuk memahami bagaimana cara terbaik menanganinya. Setelah emosi mereda, Anda mungkin menyadari bahwa perasaan tersebut membawa pesan yang penting.
Misalnya, rasa marah bisa menjadi sinyal bahwa Anda perlu menetapkan batasan yang lebih tegas dengan seseorang. Atau mungkin, kesedihan adalah dorongan untuk memperkuat hubungan dengan orang lain.
Dengan menulis hal-hal tersebut, Anda bisa dapat mengenali diri sendiri dengan mengetahui apa saja yang dibutuhkan atau apa yang akan dilakukan selanjutnya.
Ibaratnya Anda adalah sebuah teka-teki yang setiap harinya memperlihatkan potongan dan pola yang berbeda. Dengan menulis jurnal, hal ini dapat membuat Anda memberi ruang untuk terhubung kembali dengan diri sendiri. Saat menulis, Anda akan memahami preferensi, ketakutan, hal-hal yang disukai, impian, serta hal mungkin menyakitkan.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
