Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 13 September 2024 | 18.51 WIB

Menurut Psikologi, Berbohong Diperbolehkan jika Kamu Berada dalam 7 Situasi Ini, Apa Saja?

Ilustrasi 7 situasi dimana berbohong dapat diterima dan boleh-boleh saja. (Pexels) - Image

Ilustrasi 7 situasi dimana berbohong dapat diterima dan boleh-boleh saja. (Pexels)

JawaPos.com – Sejak kecil, setiap orang pasti diajari untuk berkata dan bertindak dengan jujur, karena berbohong merupakan perbuatan tercela dan kelak akan mendatangkan kerugian bagi diri sendiri.

Namun, terkadang ada suatu momen dimana manusia terpaksa berbohong untuk alasan-alasan tertentu, karena ada saatnya ketika berbohong bisa menjadi pilihan yang lebih bijaksana atau bahkan lebih etis.

Lalu, di situasi seperti apakah ketika berbohong diperbolehkan terjadi? Melansir laman Geediting, berikut adalah 7 situasi dan kondisi, menurut psikologi, dimana berbohong dapat diterima dan boleh-boleh saja.

1. Untuk menjaga perasaan seseorang

Pernahkah Anda berada dalam situasi di mana kejujuran terasa seperti pilihan yang paling tidak baik? Di sinilah konsep ‘kebohongan putih’ berperan. Kebohongan putih sering diucapkan untuk mencegah menyakiti perasaan orang lain.

Tentu saja itu tidak benar, tetapi juga tidak bermaksud jahat. Menurut para psikolog, kebohongan jenis ini dianggap dapat diterima karena tujuannya adalah untuk menjaga keharmonisan dan menghindari penderitaan yang tidak perlu.

2. Untuk melindungi diri dalam situasi berbahaya

Dalam situasi di mana keselamatan pribadi terancam, berbohong dapat dibenarkan. Itu merupakan mekanisme bertahan hidup dan cara melindungi diri dari bahaya.

3. Ketika kebenaran lebih banyak mendatangkan kerugian daripada kebaikan

Misalnya, Anda memiliki seorang teman yang telah mengerjakan suatu proyek selama berminggu-minggu. Mereka sangat gembira dan bangga. Namun, saat Anda melihat hasil akhirnya, hasilnya agak mengecewakan. Anda tahu berapa banyak waktu dan usaha yang mereka berikan.

Jadi, apakah Anda akan mengatakan kepada mereka bahwa itu tidak sehebat yang mereka kira? Psikolog menyarankan bahwa kebohongan kecil mungkin merupakan pilihan yang lebih baik dalam situasi seperti itu. Kebenaran, dalam kasus ini, dapat menghancurkan kepercayaan diri dan kebahagiaan mereka.

Inilah saatnya Anda memilih empati daripada kejujuran yang menyakitkan. Anda memilih untuk menjadi teman yang mendukung ketika mereka membutuhkannya.

4. Untuk membuat kejutan

Dalam situasi Anda membuat sebuah pesta kejutan untuk orang yang Anda sayangi, berbohong tidak hanya dapat diizinkan, tetapi juga diperlukan untuk menjaga kejutan tetap utuh.

Tidak apa-apa untuk berbohong jika kebohongan tersebut memberikan hasil atau pengalaman positif (seperti pesta kejutan), karena kebohongan di situasi ini bersifat sementara dan menimbulkan kegembiraan dan kegembiraan.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore