
ilustrasi seseorang yang tidak mencintai diri sendiri/ Sumber foto: Freepik
JawaPos.com - Mencintai diri sendiri bukan sekadar ungkapan klise tentang perawatan diri dan afirmasi positif.
Ini adalah landasan penting dalam membangun harga diri, batasan pribadi, dan kesejahteraan mental yang sehat.
Ketika seseorang tidak benar-benar mencintai dirinya sendiri, mereka cenderung jatuh dalam pola toleransi terhadap hal-hal yang sebenarnya merugikan mereka, baik secara fisik, emosional, maupun mental.
Dilansir dari Ideapod pada Selasa (10/9), berbagai penelitian psikologi, berikut adalah 8 hal yang lebih sering ditolerir oleh orang yang belum sepenuhnya mencintai diri mereka sendiri.
1. Hubungan yang Tidak Sehat
Orang yang tidak mencintai diri sendiri sering kali terjebak dalam hubungan yang tidak sehat atau bahkan beracun.
Mereka mungkin merasa tidak layak untuk mendapatkan cinta yang lebih baik, atau mereka takut akan kesepian, sehingga mereka mentolerir perilaku yang merendahkan atau kasar dari pasangan mereka.
Dalam jangka panjang, ini hanya memperburuk rasa tidak percaya diri dan semakin menurunkan harga diri mereka.
Psikolog menyebut fenomena ini sebagai "ketergantungan emosional", di mana seseorang mengandalkan orang lain untuk validasi dan kebahagiaan, bahkan jika hubungan tersebut merusak kesejahteraan mereka sendiri.
Ketika seseorang mencintai diri sendiri, mereka akan menetapkan batasan yang jelas dan tidak akan mentolerir perlakuan yang tidak adil.
2. Mengabaikan Kesehatan Fisik dan Mental
Baca Juga: Harga Emas Antam Kembali Naik Tipis Menjadi Rp 1.399.000 per Gram di Perdagangan Hari Ini
Mereka yang tidak mencintai diri sendiri mungkin cenderung mengabaikan kesehatan mereka, baik fisik maupun mental.
Mereka bisa saja terjebak dalam pola makan yang buruk, kurang berolahraga, atau bahkan menolak untuk mencari bantuan profesional ketika mengalami masalah mental seperti depresi atau kecemasan.
Hal ini sering kali disebabkan oleh rasa rendah diri yang membuat mereka merasa bahwa mereka tidak pantas untuk merasa sehat atau bahagia.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
