Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 7 September 2024 | 21.32 WIB

Orang yang Tumbuh dalam Lingkungan Keluarga yang Toxic Cenderung Memiliki 7 Ciri Kepribadian Ini dalam Dirinya

Ilustrasi orang yang tumbuh dalam keluarga yang toxic./Freepik - Image

Ilustrasi orang yang tumbuh dalam keluarga yang toxic./Freepik

JawaPos.com - Tumbuh dalam lingkungan keluarga yang toxic bisa meninggalkan bekas yang mendalam pada perkembangan individu.

Ketika anak-anak dikelilingi oleh perilaku toxic, seperti kritik yang berlebihan, kekerasan emosional, atau ketidakstabilan, mereka sering kali mengembangkan sifat-sifat tertentu sebagai mekanisme pertahanan.

Sifat-sifat ini, meskipun mungkin tampak halus, dapat berdampak signifikan pada kehidupan mereka sebagai orang dewasa.

Artikel ini akan mengupas 7 sifat yang umumnya dimiliki oleh individu yang tumbuh dalam keluarga toxic, serta bagaimana pengalaman tersebut dapat membentuk cara mereka berinteraksi dengan dunia dan diri mereka sendiri.

Dilansir dari laman The Expert Editor pada Sabtu (7/9), berikut 7 ciri kepribadian yang dimiliki oleh orang-orang yang tumbuh dalam keluarga yang toxic.

1. Rasa tanggung jawab yang terlalu besar

Ketika tumbuh di lingkungan keluarga yang toxic, di masa kecil Anda cenderung diharapkan untuk mengambil tanggung jawab yang besar melebihi usia Anda.

Misalnya seperti merawat saudara kandung yang lebih muda atau bahkan mengurus kebutuhan emosional orang tua yang seharusnya melindungi Anda.

Tekanan untuk selalu ada bagi orang lain dapat menciptakan perasaan bahwa Anda harus bertanggung jawab atas kebahagiaan dan kesejahteraan orang di sekitar Anda.

Akibatnya, Anda akan merasa bersalah jika memprioritaskan diri sendiri dan kesulitan untuk menolak permintaan orang lain.

Sifat ini sering kali membuat Anda merasa terjebak dalam peran yang tidak semestinya, sehingga menghambat perkembangan diri dan kebahagiaan pribadi.

2. Kesulitan mempercayai orang lain

Dalam keluarga yang toxic, janji sering kali dilanggar, dan harapan yang tidak terpenuhi bisa menjadi hal yang biasa.

Misalnya, janji untuk pergi ke taman atau merayakan hari ulang tahun bisa diabaikan tanpa penjelasan.

Pengalaman ini mengajarkan Anda bahwa orang-orang di sekitar Anda tidak dapat diandalkan, sehingga Anda mengembangkan pandangan skeptis terhadap komitmen dan kepercayaan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore