Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 7 September 2024 | 17.45 WIB

9 Tanda Seseorang Ternyata Bukan Orang Baik Meski Tampak Baik di Luar, Salah Satunya Mudah Tersinggung saat Tak Dapat Pengakuan

Ilustrasi orang baik dengan kepribadian rumit yang terlalu murah jati pada orang lain. (Freepik/milanmarkovic) - Image

Ilustrasi orang baik dengan kepribadian rumit yang terlalu murah jati pada orang lain. (Freepik/milanmarkovic)

JawaPos.com - Kebaikan merupakan sifat yang banyak dipuja oleh orang lain, namun tidak semua orang yang tampak baik di luar benar-benar memiliki niat tulus. Kadang-kadang, di balik senyum ramah dan tindakan yang tampaknya sopan, ada motif tersembunyi atau sikap yang kurang jujur.

Dilansir dari Ideapod, terdapat sembilan tanda seseorang mungkin bukan orang yang benar-benar baik, bahkan jika mereka terlihat demikian di permukaan.

1. Selalu Ada Motif di Balik Kebaikan

Orang yang tulus melakukan kebaikan tanpa mengharapkan imbalan. Namun, jika seseorang hanya berbuat baik ketika ada sesuatu yang bisa mereka dapatkan, ini adalah tanda peringatan.

Mereka mungkin tampak ramah atau membantu, tetapi di balik setiap tindakan, ada motivasi tersembunyi. Orang seperti ini mungkin mencoba mendapatkan pengakuan, pujian, atau bahkan manipulasi emosional dari kebaikan mereka.

2. Sering Mengungkit-ungkit Kebaikan

Salah satu ciri orang yang baik hati adalah tidak merasa perlu mengungkapkan setiap tindakan baik yang mereka lakukan. Namun, jika seseorang sering membicarakan tentang kebaikan mereka sendiri dan bagaimana mereka telah membantu orang lain, ini bisa menunjukkan bahwa niat mereka kurang tulus.

Mereka mungkin lebih peduli pada citra diri daripada tindakan nyata membantu orang lain.

3. Mudah Tersinggung Ketika Tidak Mendapat Pengakuan

Orang yang benar-benar baik tidak mengharapkan tepuk tangan setiap kali mereka melakukan sesuatu yang baik. Namun, orang yang hanya tampak baik di permukaan sering kali merasa kecewa atau marah ketika kebaikan mereka tidak diakui atau dihargai.

Mereka membutuhkan validasi eksternal sebagai bentuk imbalan atas tindakan mereka, yang menunjukkan bahwa tindakan baik mereka tidak sepenuhnya murni.

4. Menggunakan Kebaikan sebagai Alat Manipulasi

Terkadang, kebaikan bisa digunakan sebagai cara untuk mengendalikan orang lain. Seseorang mungkin melakukan kebaikan dengan harapan bahwa orang lain akan merasa berhutang budi dan lebih mudah dimanipulasi.

Ini bisa berupa memberikan bantuan yang tidak diminta hanya untuk menuntut balasan di kemudian hari atau membuat orang merasa bersalah jika mereka tidak membalas kebaikan tersebut.

5. Memilih kepada Siapa Mereka Berbuat Baik

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore