Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 1 September 2024 | 14.15 WIB

Orang yang Memendam Emosi Biasanya Menunjukkan 6 Perilaku, Overthinking hingga Menghindar dari Percakapan Emosional

Salah satu hal yang tidak bisa ditoleransi perempuan yang menghargai dirinya sendiri adalah manipulasi emosional (freepik) - Image

Salah satu hal yang tidak bisa ditoleransi perempuan yang menghargai dirinya sendiri adalah manipulasi emosional (freepik)

JawaPos.com – Kejujuran adalah kebijakan terbaik, terutama saat mengungkapkan emosi. Namun, kenyataannya tidak semua orang merasa mudah untuk terbuka dalam hal mengungkapkan emosinya.

Beberapa orang karena berbagai alasan lebih suka menyimpan perasaan mereka untuk diri sendiri. Pasalnya emosi yang terpendam bisa terwujud dalam bentuk perilaku sebagaimana dilansir dalam laman The Vessel.

1. Mereka tampak sangat tenang

Orang yang memendam emosinya cenderung di permukaan terlihat sangat tenang dan selalu mempertahankan kesan tenang dalam situasi apa pun. Ketenangan yang tampak ini bukan hanya untuk pamer.

Namun sebagai mekanisme pertahanan yang dirancang untuk menyembunyikan perasaan mereka yang sebenarnya. Hal ini ibarat mereka berjalan di atas tali yang tegang dan berusaha menjaga keseimbangan sambil menahan badai emosi dibawah permukaan.

2. Mereka memiliki perubahan suasana hati yang tiba-tiba

Perilaku lain orang yang memendam emosi adalah memiliki perubahan suasana hati yang tiba-tiba. Di satu saat dia tertawa dan di saat berikutnya dia benar-benar terdiam dan tenggelam dalam pikirannya.

Kita sering mengabaikan perilaku tersebut sebab kita mengira dia hanya lelah atau sedang tidak bersemangat. Namun seiring berjalannya waktu, perubahan suasana hati yang tiba-tiba menjadi lebih sering terjadi dan lebih nyata.

3. Mereka cenderung berpikiran berlebihan

Pada dasarnya bila kita memendam perasaan, tentu perasaan itu tidak akan hilang begitu saja. Sebaliknya perasaan itu berputar-putar dalam pikiran kita dan sering kali berkembang dan berubah menjadi masalah yang lebih besar daripada sebelumnya.

Hal ini dapat menyebabkan kondisi hiperaktivitas mental dimana setiap pikiran diteliti dan setiap skenario dimainkan. Sebuah studi lari Universitas Michigan menemukan bahwa menekan emosi dapat menyebabkan kesulitan dalam mengingat dan memecahkan masalah yang dapat membuat seseorang lebih rentan berpikir berlebihan.

4. Mereka menghindari percakapan emosional

Orang yang suka memendam emosinya cenderung menghindari percakapan emosional. Mereka akan mengalihkan topik pembicaraan, melontarkan lelucon atau bahkan meninggalkan pembicaraan secara fisik jika pembicaraan tersebut terlalu dekat dengan emosional mereka.

Hal ini disebabkan karena membahas emosi memaksa mereka untuk menghadapi perasaan yang tidak ingin mereka akui. Anda akan sering mendapati bahwa mereka adalah pendengar yang baik dan selalu siap mendengarkan saat Anda butuh teman bicara.

Namun, saat giliran mereka untuk berbagi, mereka akan dengan cerdik menghindari masalah atau mengalihkan pembicaraan dengan nada meremehkan seperti “saya baik-baik saja”.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore