
Perilaku yang harus ditinggalkan agar hubungan sehat dan langgeng menurut Psikologi
JawaPos.com – Berdasarkan Psikologi, perilaku tertentu bisa menjadi penghalang utama dalam membangun hubungan yang sehat dan langgeng. Jika ingin menciptakan relasi yang kuat, ada beberapa kebiasaan yang perlu diucapkan selamat tinggal.
Psikologi menunjukkan bahwa hubungan yang sehat dan langgeng tidak hanya dibangun dengan cinta, tetapi juga dengan perilaku yang saling mendukung. Tindakan-tindakan negatif bisa merusak fondasi relasi dan membuatnya rapuh seiring waktu.
Menghilangkan perilaku yang merusak adalah langkah penting untuk memastikan hubungan bertahan lama. Beberapa kebiasaan harus dihindari jika ingin menjaga ikatan tetap sehat dan langgeng.
Dilansir dari Hack Spirit pada Jumat (30/8), dijelaskan ada delapan perilaku yang harus ditinggalkan agar hubungan sehat dan langgeng menurut Psikologi.
1. Kritik yang menjatuhkan
Dalam sebuah hubungan, penting untuk menghindari kritik yang berlebihan terhadap pasangan. Alih-alih terus-menerus menunjukkan kekurangan, cobalah memberikan masukan yang konstruktif dengan penuh pengertian.
Pendekatan yang lebih positif ini akan menciptakan lingkungan yang aman bagi kedua belah pihak untuk berkembang bersama. Dengan mengganti kritik dengan komunikasi yang suportif, kita dapat membangun fondasi hubungan yang lebih kuat dan penuh kasih sayang.
2. Menghitung skor
Kebiasaan menghitung-hitung jasa dan kesalahan dalam hubungan hanya akan menciptakan persaingan yang tidak sehat. Hubungan bukan tentang siapa yang lebih banyak berkorban atau siapa yang paling sering melakukan kesalahan.
Yang terpenting adalah saling mendukung dan bekerja sama sebagai tim yang solid. Fokuslah pada membangun hubungan yang saling melengkapi, bukan saling mengalahkan. Dengan melepaskan kebiasaan menghitung skor, kita membuka pintu bagi cinta yang tulus dan tanpa syarat.
3. Ketergantungan
Ketergantungan berlebihan pada pasangan dapat menjadi beban berat dalam hubungan. Penting untuk tetap mempertahankan identitas dan kemandirian masing-masing, meski telah menjalin komitmen bersama.
Miliki minat dan aktivitas pribadi di luar hubungan, sambil tetap berbagi kehidupan dengan pasangan. Keseimbangan antara kebersamaan dan ruang pribadi akan menciptakan dinamika yang sehat dalam hubungan jangka panjang.
4. Menghindari konflik
Menghindari konflik bukanlah solusi untuk menciptakan hubungan yang damai. Justru, kemampuan menghadapi perbedaan pendapat secara dewasa merupakan kunci hubungan yang kuat.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
