Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 30 Agustus 2024 | 20.53 WIB

Jika Ingin Hubungan yang Sehat dan Langgeng, Ucapkan Selamat Tinggal pada 8 Perilaku Ini Menurut Psikologi

Perilaku yang harus ditinggalkan agar hubungan sehat dan langgeng menurut Psikologi - Image

Perilaku yang harus ditinggalkan agar hubungan sehat dan langgeng menurut Psikologi

JawaPos.com – Berdasarkan Psikologi, perilaku tertentu bisa menjadi penghalang utama dalam membangun hubungan yang sehat dan langgeng. Jika ingin menciptakan relasi yang kuat, ada beberapa kebiasaan yang perlu diucapkan selamat tinggal.

Psikologi menunjukkan bahwa hubungan yang sehat dan langgeng tidak hanya dibangun dengan cinta, tetapi juga dengan perilaku yang saling mendukung. Tindakan-tindakan negatif bisa merusak fondasi relasi dan membuatnya rapuh seiring waktu.

Menghilangkan perilaku yang merusak adalah langkah penting untuk memastikan hubungan bertahan lama. Beberapa kebiasaan harus dihindari jika ingin menjaga ikatan tetap sehat dan langgeng.

Dilansir dari Hack Spirit pada Jumat (30/8), dijelaskan ada delapan perilaku yang harus ditinggalkan agar hubungan sehat dan langgeng menurut Psikologi.

1. Kritik yang menjatuhkan

Dalam sebuah hubungan, penting untuk menghindari kritik yang berlebihan terhadap pasangan. Alih-alih terus-menerus menunjukkan kekurangan, cobalah memberikan masukan yang konstruktif dengan penuh pengertian.

Pendekatan yang lebih positif ini akan menciptakan lingkungan yang aman bagi kedua belah pihak untuk berkembang bersama. Dengan mengganti kritik dengan komunikasi yang suportif, kita dapat membangun fondasi hubungan yang lebih kuat dan penuh kasih sayang.

2. Menghitung skor

Kebiasaan menghitung-hitung jasa dan kesalahan dalam hubungan hanya akan menciptakan persaingan yang tidak sehat. Hubungan bukan tentang siapa yang lebih banyak berkorban atau siapa yang paling sering melakukan kesalahan.

Yang terpenting adalah saling mendukung dan bekerja sama sebagai tim yang solid. Fokuslah pada membangun hubungan yang saling melengkapi, bukan saling mengalahkan. Dengan melepaskan kebiasaan menghitung skor, kita membuka pintu bagi cinta yang tulus dan tanpa syarat.

3. Ketergantungan

Ketergantungan berlebihan pada pasangan dapat menjadi beban berat dalam hubungan. Penting untuk tetap mempertahankan identitas dan kemandirian masing-masing, meski telah menjalin komitmen bersama.

Miliki minat dan aktivitas pribadi di luar hubungan, sambil tetap berbagi kehidupan dengan pasangan. Keseimbangan antara kebersamaan dan ruang pribadi akan menciptakan dinamika yang sehat dalam hubungan jangka panjang.

4. Menghindari konflik

Menghindari konflik bukanlah solusi untuk menciptakan hubungan yang damai. Justru, kemampuan menghadapi perbedaan pendapat secara dewasa merupakan kunci hubungan yang kuat.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore