
8 tujuan seseorang yang punya kebiasaan oversharing di media sosial (glamadelaide)
JawaPos.com - Pernahkah setiap permasalah di hidupmu Anda ceritakan di media sosial Anda? Baik itu melalui tulisan Anda atau bahkan repost video dan kata-kata. Oversharing mungkin bisa di lakukukan diberbagai platform media sosial, seperti twitter, instagram, atau bahkan facebook Anda.
Terkadang orang yang melihat kebiasaanmu oversharing di media sosial tak begitu nyaman, bahkan menjadi bahan untuk dijadikan celah kejahatan bagi mereka. Mengungkap tjuan tersembunyi mereka mengapa memiliki kebiasaan oversharing menjadi salah satu edukasi untuk Anda. Agar lebih berhati-hati dalam membagikan sesuatu di media sosial.
Berikut ini 8 tujuan tersembunyi seseorang yang punya kebiasaan oversharing di media sosial menurut geediting.com yang dikutip oleh JawaPos.com, Kamis (29/8):
1. Anda butuh pengakuan
Mencari persetujuan teman Anda di media sosial tentunya menjadi kebanggaan Anda. Apalagi jika mereka memberikan like, ataupun komen di postinganmu.
Orang yang punya kebiasaan oversharing atau berbagi terlalu banuak di media sosial sering memendam keinginan kuat untuk mendapatkan validasi. Perasaan Anda atau pengungkapan keintiman Anda diharapkan memancing reaksi daring.
2. Agar Anda dipandang sempurna
Dengan postingan Anda, tujuan dibalik itu ialah agar Anda dianggap memiliki kehidupan yang sempurna daripada orang lain. Sehingga ini mendongkrak budaya kepalsuan di sosial media.
Mereka yang sering mengungkapkan isi hati mereka secara daring sering melakukannya dengan satu misi tunggal: memamerkan kehidupan mereka secara apa adanya, tanpa filter, dan autentik.
3. Anda merasa kesepian
Jika Anda memiliki kebiasaan oversharing di media sosial ternyata tak hanya mencari perhatian saja, melainkan ada hal yang lebih mendalam. Yakni rasa kesepian yang mendalam.
Kesendirian ini tidak serta-merta muncul akibat keterasingan fisik, melainkan akibat terputusnya hubungan emosional.
4. Anda kesulitan memahami batasan
Tujuan seseorang memiliki kebiasaan ovesharing di media sosial yakni tentang kesulitan memahami batasan.
Hal ini mencerminkan tarik-menarik internal antara keinginan bawaan untuk privasi dan kebutuhan yang sama kuatnya untuk koneksi dan validasi di dunia digital di mana berbagi adalah norma.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
