Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Agustus 2024 | 06.07 WIB

Apakah Anda Terlihat Bahagia Tapi Tak Pernah Puas? 4 Alasan Orang Tidak Pernah Merasa Bahagia yang Sesungguhnya

4 Alasan Orang Tidak Pernah Merasa Bahagia yang Sesungguhnya (Freepik) - Image

4 Alasan Orang Tidak Pernah Merasa Bahagia yang Sesungguhnya (Freepik)

JawaPos.com - Kebahagiaan bisa jadi sulit dipahami. Terkadang orang bisa tampak bahagia, namun disisi lain mereka murung dan merasa tidak bahagia.

Hal ini merupakan sebuah pengalaman yang berubah-ubah cenderung berpusat pada pencapaian, perolehan, dan kemampuan untuk terus meningkatkan diri sendiri atau keadaan kita.

Jenis kebahagiaan ini mungkin sulit dipertahankan oleh siapapun karena sifatnya yang tidak konsisten dan stres yang disebabkan oleh upaya terus-menerus untuk mempertahankan fenomena yang hanya bersifat sementara ini.

Ada jenis kebahagiaan lain yang tidak didasarkan pada perolehan atau pencapaian, melainkan penghargaan: kepuasan.

Menjadi puas berarti merasa puas dengan siapa diri Anda, di mana Anda berada, dan apa yang Anda miliki.

Dikutip dari laman psychologytoday.com oleh JawaPos.com, Senin (26/8) terdapat 4 alasan orang tidak pernah merasa bahagia yang sesungguhnya, mereka pun cenderung terlihat bahagia tapi tak pernah puas, simak berikut:

1. Terus membandingkan diri sendiri dengan orang lain

Siapa pun yang mengatakan perbandingan adalah pencuri kebahagiaan, sangat bijaksana.

Sulit untuk merasa puas dengan kehidupan sehari-hari jika terus-menerus melihatnya melalui kacamata pengalaman orang lain.

Dengan perbandingan yang mudah didapat melalui ponsel kita, banyak orang yang melakukan perilaku ini setiap hari.

Perbandingan yang menumbuhkan ketidakpuasan selalu melihat pada mereka yang memiliki lebih banyak dan mencapai tingkat kesuksesan yang lebih tinggi (perbandingan sosial ke atas).

Namun jarang dibandingkan dengan mereka yang mungkin tidak memiliki atau melakukan lebih banyak (perbandingan sosial ke bawah).

Karena spektrum perbandingannya tidak terbatas, akan selalu ada contoh-contoh yang pertama, yang menyebabkan ketidakbahagiaan yang meluas jika seseorang terus-menerus memandang kehidupan sebagai pengalaman yang kurang dari orang lain.

2. Rasa menyalahkan tanpa rasa bersalah

Orang-orang yang tidak dapat melihat atau mempertanggungjawabkan kontribusi mereka terhadap konflik dalam hidup mereka, seringkali menderita dalam hubungan, terutama hubungan dekat yang tantangannya tidak bisa dihindari.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore