5 Manfaat Daun Pisang untuk Kesehatan./ Sumber foto: freepik.com
JawaPos.com - Daun pisang telah lama dikenal sebagai bahan kemasan tradisional yang efektif dalam kuliner Indonesia. Namun, pemilihan jenis daun yang tepat untuk berbagai teknik pengemasan sering kali membingungkan.
Penelitian terbaru yang dilakukan Srikandi Puji L, Dr. Ir. Supriyadi, M.Sc., dan Dr. Ir. Chusnul Hidayat dari Fakultas Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) berjudul “Sifat Fisik Ddan Kimia Daun Pisang Ambon (Musa Acuminata) dan Kepok (Musa Balbisiana) Segar, Layu, dan Kering Sebagai Kemasan Tradisional”, mengungkapkan perbedaan penting antara daun pisang Kepok dan Ambon, serta bagaimana kualitas fisik dan kimianya mempengaruhi kegunaannya dalam kemasan tradisional.
Berikut adalah temuan kunci dari studi tersebut, dilansir dari laman UGM, Jumat (23/8).
1. Ketahanan Lipat
Daun pisang Ambon dan Kepok yang dalam kondisi layu menunjukkan ketahanan lipat terbaik, dengan nilai masing-masing 10,14 untuk Ambon dan 11,84 untuk Kepok. Ini menjadikannya ideal untuk teknik pengemasan yang memerlukan lipatan, seperti pincuk dan bungkus.
2. Ketahanan Sobek
Ketahanan sobek daun pisang Ambon layu dalam arah serat terbaik adalah 75 gramforce, sedangkan daun pisang Kepok layu memiliki ketahanan sobek tegak lurus arah serat terbaik sebesar 66,67 gramforce. Daun pisang Ambon layu sangat cocok untuk teknik pengemasan gulung, sementara daun pisang Kepok layu lebih sesuai untuk teknik pincuk dan bungkus karena ketahanan sobek yang superior.
3. Kekuatan Tarik
Daun pisang Ambon kering menawarkan kekuatan tarik terbaik dengan nilai 27,1 N, menunjukkan keuletan yang optimal untuk teknik pengemasan lipat dan pincuk.
4. Permeabilitas Uap Air
Daun pisang Kepok kering memiliki permeabilitas uap air terbaik, dengan nilai 0,5 mg/cm²/jam. Sifat ini membuatnya sangat cocok untuk mengemas makanan tradisional yang rentan terhadap tengik, karena kemampuannya menjaga kelembapan dan kesegaran makanan.
Penelitian ini menunjukkan bahwa daun pisang Kepok dan Ambon memiliki keunggulan masing-masing tergantung pada kondisinya. Daun pisang Ambon layu ideal untuk pengemasan gulung, sementara daun pisang Kepok layu lebih baik untuk pincuk dan bungkus.
Daun pisang Ambon kering menawarkan kekuatan tarik yang tinggi, sementara daun pisang Kepok kering unggul dalam permeabilitas uap air. Dengan memahami karakteristik ini, masyarakat dan industri kuliner dapat memilih jenis daun pisang yang paling sesuai untuk berbagai teknik pengemasan tradisional, meningkatkan kualitas dan daya tahan makanan yang dikemas. Tentu saja pemilihan daun pisan lebih baik dibandingkan penggunaan plastik.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
