Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Agustus 2024 | 15.48 WIB

Lebih Baik dari Plastik dan Go Green, Daun Pisang Kepok dan Ambon Cocok untuk Bahan Kemasan

5 Manfaat Daun Pisang untuk Kesehatan./ Sumber foto: freepik.com



JawaPos.com - Daun pisang telah lama dikenal sebagai bahan kemasan tradisional yang efektif dalam kuliner Indonesia. Namun, pemilihan jenis daun yang tepat untuk berbagai teknik pengemasan sering kali membingungkan.

Penelitian terbaru yang dilakukan Srikandi Puji L, Dr. Ir. Supriyadi, M.Sc., dan Dr. Ir. Chusnul Hidayat dari Fakultas Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) berjudul “Sifat Fisik Ddan Kimia Daun Pisang Ambon (Musa Acuminata) dan Kepok (Musa Balbisiana) Segar, Layu, dan Kering Sebagai Kemasan Tradisional”, mengungkapkan perbedaan penting antara daun pisang Kepok dan Ambon, serta bagaimana kualitas fisik dan kimianya mempengaruhi kegunaannya dalam kemasan tradisional.

Berikut adalah temuan kunci dari studi tersebut, dilansir dari laman UGM, Jumat (23/8).

1. Ketahanan Lipat

Daun pisang Ambon dan Kepok yang dalam kondisi layu menunjukkan ketahanan lipat terbaik, dengan nilai masing-masing 10,14 untuk Ambon dan 11,84 untuk Kepok. Ini menjadikannya ideal untuk teknik pengemasan yang memerlukan lipatan, seperti pincuk dan bungkus.

2. Ketahanan Sobek

Ketahanan sobek daun pisang Ambon layu dalam arah serat terbaik adalah 75 gramforce, sedangkan daun pisang Kepok layu memiliki ketahanan sobek tegak lurus arah serat terbaik sebesar 66,67 gramforce. Daun pisang Ambon layu sangat cocok untuk teknik pengemasan gulung, sementara daun pisang Kepok layu lebih sesuai untuk teknik pincuk dan bungkus karena ketahanan sobek yang superior.

3. Kekuatan Tarik

Daun pisang Ambon kering menawarkan kekuatan tarik terbaik dengan nilai 27,1 N, menunjukkan keuletan yang optimal untuk teknik pengemasan lipat dan pincuk.

4. Permeabilitas Uap Air

Daun pisang Kepok kering memiliki permeabilitas uap air terbaik, dengan nilai 0,5 mg/cm²/jam. Sifat ini membuatnya sangat cocok untuk mengemas makanan tradisional yang rentan terhadap tengik, karena kemampuannya menjaga kelembapan dan kesegaran makanan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa daun pisang Kepok dan Ambon memiliki keunggulan masing-masing tergantung pada kondisinya. Daun pisang Ambon layu ideal untuk pengemasan gulung, sementara daun pisang Kepok layu lebih baik untuk pincuk dan bungkus.

Daun pisang Ambon kering menawarkan kekuatan tarik yang tinggi, sementara daun pisang Kepok kering unggul dalam permeabilitas uap air. Dengan memahami karakteristik ini, masyarakat dan industri kuliner dapat memilih jenis daun pisang yang paling sesuai untuk berbagai teknik pengemasan tradisional, meningkatkan kualitas dan daya tahan makanan yang dikemas. Tentu saja pemilihan daun pisan lebih baik dibandingkan penggunaan plastik.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore