Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 17 Agustus 2024 | 22.55 WIB

Saat Berhasil Menurunkan Berat Badan Seseorang Malah Tidak Bahagia, Menurut Penelitian

Ilustrasi orang mengukur berat badannya. (Facts) - Image

Ilustrasi orang mengukur berat badannya. (Facts)

JawaPos.com - Saat berolahraga dan berat badan turun, anda pasti merasa senang dan bahagia. Beberapa orang juga merasa bahwa dirinya telah berhasil meningkatkan kesehatannya dan juga kualitas hidupnya.

Namun, sebagian dari kita justru merasa sama saja atau tidak lebih bahagia saat berat badan turun. "Saat kegembiraan dan pujian yang menyertai penurunan berat badan mulai hilang, kita sadar bahwa kita tidak lebih bahagia dari sebelumnya," ucap psikolog dari Klinik Cleveland Susan Albers yang melansir U.S. News.

Ketika orang berhasil menurunkan berat badan, mereka menjadi lebih mungkin untuk depresi. Fakta tersebut diungkapkan dalam sebuah studi dari University College London. Selain itu, menurut Jennifer Carter seorang psikolog di Ohio State University Wexner Medical Center, mereka yang sudah menurunkan berat badan merasa kecewa, frustasi, dan putus asa karena belum merasakan kebahagiaan yang didambakan.

"Saya telah melihat banyak orang menurunkan berat badan, tetapi ternyata mereka masih memiliki masalah dan tekanan yang sama dalam hidup mereka," ucapnya yang juga sering menangani pasien dengan gangguan makan.

Beberapa penelitian juga menunjukkan ketika orang memulai program latihan dengan alasan menurunkan berat badan, mereka cenderung untuk tidak mempertahankan gaya hidup sehat. Bahkan menurut temuan dari University of California, Los Angeles, setelah melakukan usaha penurunan berat badan, kebanyakan orang akan mengalami kenaikan berat badan dalam beberapa tahun ke depan.

"Kebahagiaan itu rumit dan bertingkat. Sementara penurunan berat badan, bukanlah penawar untuk membuat anda lebih bahagia," sebut Albers.

Jadi, daripada menganggap penurunan berat badan sebagai obat mujarab untuk mencapai kebahagiaan, lebih baik curahkan energi anda pada sesuatu yang lain. Selain itu, periksa enam dimensi kesejahteraan yaitu emosional, pekerjaan, fisik, sosial, intelektual, dan spiritual. Tanyakan pada diri anda apa hal tersebut sudah terpenuhi?

Kesehatan fisik memang termasuk dalam enam dimensi kesejahteraan, namun anda juga tidak perlu selalu mengkhawatirkan angka di timbangan yang bakal menghilangkan kebahagiaan. Lebih baik, anda fokus pada kesehatan badan tanpa harus memikirkan berapa berat badan yang dimiliki.

Mengembangkan citra tubuh yang lebih sehat sebenarnya lebih efektif untuk menghasilkan berat badan yang sehat. Hal itu ditunjukkan melalui sebuah studi tahun 2012 dalam International Journal of Obesity.

Albers menyarankan untuk anda berolahraga dan makan dengan perasaan yang nyaman. Hal tersebut juga dapat membantu dalam meningkatkan citra tubuh, harga diri, kesehatan fisik, dan kebahagiaan secara keseluruhan.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore