Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Agustus 2024 | 21.55 WIB

Menurut Sejumlah Jurnal Penelitian! Inilah 5 Alasan Perempuan Mempertahankan Rumah Tangga Meski Mengalami KDRT

Ilustrasi: Toxic relationship (Gabby Gibson). - Image

Ilustrasi: Toxic relationship (Gabby Gibson).




JawaPos.Com - Baru-baru ini kasus kekerasan dalam rumah tangga kembali dialami publik figur dan menggemparkan jagat maya.

Seperti diketahui, selebgram Cut Intan Nabila telah menjadi korban KDRT dari suaminya Armor Toreador.

Tak hanya sekali Cut Intan Nabila mengaku telah menyimpan puluhan bukti yang menunjukkan bahwa suaminya sering melakukan aksi brutal terkait kekerasan fisik.

Mengaku sudah tidak tahan dengan kelakuan kasar suaminya, Cut Intan Nabila akhirnya buka suara setelah 5 tahun menjalani kehidupan rumah tangga.

Sukses mengejutkan publik Cut Intan Nabila, membagikan salah satu bukti kekerasan yang dilakukan suaminya di media sosial Instagram dan kini ramai jadi perbincangan publik.

Namun, apa yang menjadikan seorang perempuan rela bertahan di tengah kehidupan rumah tangga yang sangat beracun tersebut.

Berdasarkan informasi yang dirangkuman Jawa Pos, inilah 5 alasan ilmiah perempuan memilih bertahan di dalam hubungan toxic atau beracun bahkan telah menjadi korban KDRT.

Baca Juga: Penangkapan Pelaku KDRT Armor Toreador Ternyata Ada Andil Mulan Jameela

1. Merasa Bertanggung Jawab Terhadap Anak-anak

Banyak perempuan merasa bahwa anak-anak mereka lebih baik tumbuh dalam lingkungan dengan kedua orang tua meskipun hubungan tersebut beracun.

Sebuah penelitian oleh American Psychological Association menunjukkan bahwa perempuan sering kali mengorbankan kesejahteraan pribadi demi menjaga keutuhan keluarga, terutama jika merasa bahwa perceraian dapat berdampak buruk pada anak-anak mereka (American Psychological Association, 2019).

2. Ketergantungan Finansial

Ketergantungan finansial sering menjadi alasan utama perempuan tetap bertahan dalam hubungan beracun.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Marriage and Family, perempuan yang tidak memiliki kemandirian finansial atau sumber daya untuk hidup sendiri lebih cenderung tetap tinggal dalam hubungan yang tidak sehat (Lambert & Firestone, 2014).

Baca Juga: Lakukan KDRT ke Selebgram Cut Intan Nabila, Armor Toreador Diduga Ketahuan Nonton Film Porno

2. Takut Akan Stigma Sosial

Dalam banyak budaya, perceraian masih dianggap sebagai sesuatu yang tabu. Stigma ini dapat menyebabkan perempuan ragu untuk meninggalkan hubungan yang beracun.

Menurut studi oleh World Health Organization (WHO), stigma sosial dan tekanan komunitas sering kali menjadi hambatan bagi perempuan untuk meninggalkan pasangan yang kasar (WHO, 2013).

3. Harapan Pasangan Akan Berubah

Banyak perempuan percaya bahwa pasangan mereka bisa berubah menjadi lebih baik dengan waktu dan usaha.

Sebuah studi dari University of Michigan menemukan bahwa perempuan sering kali memiliki harapan yang tidak realistis bahwa pasangan mereka akan memperbaiki diri seiring berjalannya waktu (Johnson & Ferraro, 2000).

Baca Juga: Profil Armor Toreador, Suami Selebgram Cut Intan Nabila yang Diduga Melakukan KDRT 

5. Perasaan Cinta dan Komitmen

Cinta dan komitmen pernikahan sering kali membuat perempuan bertahan dalam hubungan yang beracun. 

Penelitian menunjukkan bahwa perasaan cinta yang kuat bisa membuat seseorang menoleransi perilaku buruk dalam hubungan, bahkan ketika hal itu merugikan mereka (Dutton & Painter, 1993).

***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore