Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 10 Agustus 2024 | 19.24 WIB

Bukan Baperan atau Lemah, Begini Alasan Perempuan Lebih Sering Menangis Dibandingkan Lelaki Menurut Para Ahli

Ilustrasi perempuan yang sedang menangis. - Image

Ilustrasi perempuan yang sedang menangis.

JawaPos.com - Perempuan dikenal sebagai makhluk Tuhan yang lemah, serta dominan memakai perasaan dibandingkan logika.

Hal ini sudah menjadi fitrah perempuan bahwa setiap mereka dihadapkan pada situasi kesedihan atau kebahagiaan akan menangis dan terharu.

Mengutip dari laman Artikel Pascasarjana PTIQ pada (10/08) sekitar tahun 1980-an pakar kimia biologis William H. Frey, PhD mengemukakan bahwa perempuan rata-rata menangis sebanyak 5,3 kali dibandingkan lelaki dalam kurun waktu sebulan.

Penelitian tersebut melahirkan persepsi bahwa perempuan cenderung lebih ekspresif daripada lelaki, serta ada alasan ilmiah lainnya yang mengemukakan alasan perempuan lebih sering menangis.

Riset dari Lauren Bylsma, PhD, dari University of Pittsburgh yang dimuat dalam Journal of Research in Personality pada 2011 menuliskan bahwa secara biologis, tubuh perempuan memiliki kandungan hormon proclatin lebih tinggi dibandingkan lelaki.

Menurut Lauren, hormon proclatin inilah yang mendorong perempuan untuk menangis dalam merespon sesuatu yang terjadi menimpanya. Sedangkan para lelaki memiliki hormon testosteron yang mengurangi kecenderungannya untuk menangis.

Profesor Psikologi juga mengungkapkan bahwa menangis merupakan sinyal, penanda yang diberikan pada orang lain bahwa kita sedang rapuh dan butuh berbagi.

Sama seperti sifat dasar perempuan yang selalu membagikan kesedihannya pada orang-orang terdekat dan mereka hanya butuh didengarkan, sehingga emosi negatifnya dapat terluapkan dengan baik.

Melansir dari laman Artikel Fakultas Psikologi dan Ilmu Budaya UII, bahwa dengan menangis, tubuh akan memaksa seseorang untuk bernafas lebih dalam agar detak jantung melambat dan sesak didada akan berkurang.

Jadi, alasan perempuan lebih sering menangis dibandingkan lelaki bukan semata-mata baperan atau lemah, melainkan ada fakta ilmiahnya yang sudah dijelaskan di atas.

Seharusnya kita lebih bersyukur jika tidak kesulitan menangis, karena psikolog mengungkapkan ada beberapa orang yang sulit mengeluarkan air mata seperti psikopat, sosiopat, atau gangguan mental lainnya.

Dengan banyaknya fungsi kesehatan dari menangis, maka menangislah bila memang saatnya dan berbahagialah jika kamu masih mampu menangis, khususnya untuk kalian para perempuan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore