
Ilustrasi persahabatan yang didasarkan atas persaingan (freepik)
JawaPos.com – Persahabatan merupakan bagian penting dalam kehidupan, untuk saling memberikan dukungan dan juga kegembiraan.
Namun sayangnya, tidak semua persahabatan menghadirkan manfaat yang sama. Artinya beberapa bisa menjadi sepihak, berdasarkan persaingan atau kenyamanan ketimbang hubungan tulus dan sejati.
Sehingga sangat penting untuk mengenali berbagai dinamika yang dapat membuat persahabatan tertentu lebih melelahkan daripada memuaskan.
Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai jenis persahabatan yang tidak sesuai dengan kepentingan terbaik Anda bahkan hanya membuang-buang waktu sebagaimana dilansir dari laman The Expert Editor, Sabtu (10/8) sebagai berikut.
Salah satu jenis persahabatan yang hanya membuang-buang waktu adalah persahabatan sepihak. Ketika persahabatan di dominasi oleh satu pihak maka hal itu dapat dengan cepat berubah menjadi pengalaman yang menguras tenaga.
Persahabatan sepihak biasanya ditandai dengan kurangnya timbal balik. Anda mungkin selalu menjadi orang yang memulai kontak, membuat rencana atau menawarkan dukungan emosional.
Namun, rasanya seolah-olah Anda yang hanya berusaha keras sementara orang lain hanya ikut-ikutan saja. Hal ini sebenarnya bukan tentang mencatat skor namun persahabatan sejati bukanlah sebuah transaksi. Seharusnya mereka membutuhkan investasi dan kepedulian bersama.
Persaingan dapat menjadi kekuatan pendorong yang sehat dalam aspek kehidupan tertentu yang memicu pertumbuhan dan inovasi pribadi. Namun, bila hal itu menyusup ke dalam hubungan pribadi kita maka hal itu justru membuat hubungan menjadi toxic.
Persahabatan yang kompetitif sering kali berpusat pada ego dan kepentingan diri sendiri. Mereka adalah teman-teman yang tampaknya selalu berlomba dengan Anda, entah itu dalam hal kesuksesan, karir, prestasi pribadi atau bahkan hal sepele.
Alih-alih merayakan kemenangan Anda maka mereka perlu mencoba mengalahkan Anda atau meremehkan prestasi Anda. Pasalnya persahabatan seharusnya menjadi ruang aman untuk berbagi kemenangan dan kemunduran tanpa takut dihakimi atau iri hati.
Beberapa persahabatan bertahan melewati setiap lika liku kehidupan dan tumbuh semakin kuat seiring berjalannya waktu. Namun, yang lainnya tampaknya hanya ada di masa lalu sehingga tidak berkembang bersama Anda.
Anda mungkin lebih sering mengenang masa lalu daripada membahas kehidupan Anda saat ini atau cita-cita masa depan. Jika Anda menjalin persahabatan karena kesetiaan terhadap masa lalu dan bukan karena hubungan sejati di masa sekarang maka sudah waktunya untuk mempertimbangkan kembali.
Pada dasarnya menjadi diri sendiri apa adanya merupakan inti dari setiap hubungan yang memuaskan. Namun, ada persahabatan yang secara sadar atau tidak dan cenderung menekan keaslian kita.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
