JawaPos.Com-Salah satu tradisi yang masih kental di kalangan masyarakat zaman dulu adalah larangan menyapu pada malam hari.
Konon, banyak yang percaya bahwa kegiatan tersebut memiliki makna yang kurang baik bahkan dianggap sebagai simbol pertanda buruk.
Menurut rumor yang beredar, banyak orang tua di masa lampau meyakini bahwa jika anaknya menyapu di dalam rumah maupun di teras halaman ketika hari sudah mulai beranjak petang, maka hal tersebut dianggap pamali yang dapat mengurangi rezeki pemilik rumah dan bahkan mampu menarik perhatian roh-roh halus di sekitarnya untuk datang.
Apakah mitos ini benar atau fakta? Simak artikel ini sampai akhir supaya bisa menambah wawasan bagi Anda.
Dilansir melalui channel YouTube PENDEKAR MELODI Jumat, (2/8), berikut penjabarannya terkait larangan menyapu di malam hari dilihat dari sudut pandang budaya Jawa.
1. Membuang Rezeki
Menurut mitos masyarakat Jawa, menyapu malam hari dianggap dapat membuang rezeki kotoran dan debu yang diartikan sebagai rezeki yang diperoleh setiap hari.
Oleh karena itu, sebaiknya aktivitas menyapu tersebut dibiarkan semalaman dan baru dibersihkan di pagi harinya.
Menurut kepercayaan orang tua zaman dulu, jika tetap dilanjutkan menyapu malam hari maka akan mendatangkan seret rezeki berkurang bagi yang melakukannya.
2. Mengundang Mahluk Halus
Dalam budaya Jawa, larangan menyapu pada malam hari bukanlah sesuatu yang dianggap enteng.
Hal ini dipercaya karena ada keyakinan bahwa menyapu pada malam hari dapat mengganggu makhluk halus yang biasanya berkeliaran.
Sosok astral tersebut diyakini akan merasa terganggu karena suara sapu yang menggores lantai dapat mengusik keberadaan mereka.
Sehingga, dalam budaya Jawa, orang-orang biasanya menunda membersihkan rumah mereka pada malam hari.
Mereka lebih memilih untuk membersihkan rumah di keesokan harinya agar tidak mengganggu makhluk halus yang berada di sekitar mereka.
3. Tidak Enak Dipandang
Ada juga keyakinan bahwa menyapu pada malam hari dapat memicu kemalasan bagi pemilik rumah.
Hal ini karena malam dianggap sebagai waktu istirahat dan ketenangan, sehingga melakukan pekerjaan rumah seperti menyapu dapat dianggap sebagai tindakan tidak patut dilakukan.
4. Mengurangi Keberuntungan Pemilik Rumah
Keyakinan lainnya bahwa menyapu pada malam hari dapat mengurangi keberuntungan pemilik rumah.
Dipercaya bahwa membersihkan rumah pada malam hari dapat mengganggu energi negatif yang sedang beristirahat di malam hari, sehingga akan memicu adanya ketidakberuntungan bagi pemilik rumah.
Masyarakat percaya bahwa melakukan pekerjaan rumah seperti menyapu pada malam hari dapat membuat rezeki pemilik rumah menjadi terhambat dan berbagai masalah dapat datang menghampiri.
Sesuai dengan kepercayaan ini, sebaiknya menyapu rumah dilakukan pada siang hari agar energi positif dapat bersemayam di rumah dan keberuntungan pemilik rumah tetap terjaga.
Demikian tentang mitos dari larangan menyapu di malam hari menurut kepercayaan Jawa Kuno.
Meskipun ada yang percaya dan ada yang tidak, larangan menyapu pada malam hari tetap dipegang teguh oleh sebagian masyarakat Jawa yang masih melestarikan tradisi dan kepercayaan nenek moyang mereka.
***