Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 30 Juli 2024 | 14.10 WIB

Jika Anda Ingin Menjalin Ikatan Erat dengan Anak Saat Mereka Dewasa, Ucapkan Selamat Tinggal pada 5 Perilaku Ini

tiga weton ini diramalkan menjadi anak yang dapat mengundang rezeki bagi orang tuanya. (freepik) - Image

tiga weton ini diramalkan menjadi anak yang dapat mengundang rezeki bagi orang tuanya. (freepik)

JawaPos.com – Pada dasarnya membangun ikatan yang kuat dengan anak-anak Anda terutama saat mereka tumbuh dewasa dapat menjadi perjalanan yang menantang namun sangat bermanfaat.

Pasalnya untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan upaya sadar, kecerdasan emosional dan yang terpenting pengembangan diri.

Dalam artikel ini, kita akan membahas tuntas mengenai beberapa perilaku yang bisa menghambat hubungan Anda dengan anak-anak Anda ketika beranjak dewasa sebagaimana dilansir dari laman Global English Editing, Selasa (30/7) sebagai berikut :

1. Membuang sikap selalu benar

Perilaku pertama yang harus Anda tinggalkan adalah sikap selalu benar. Sebagai orang tua memang wajar saja jika kita merasa bahwa kitalah yang paling tahu.

Namun, seiring bertambahnya usia anak-anak, mereka mulai membentuk pendapat dan sudut pandang mereka sendiri.

Artinya akan ada saatnya mereka tidak setuju dengan kita dan itu tidak masalah. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mendengarkan sudut pandang mereka meskipun sudut pandang itu bertentangan dengan sudut pandang kita.

Ini tidak berarti Anda harus setuju dengan semua yang mereka katakan tetapi menunjukkan rasa hormat terhadap pendapat mereka dan menumbuhkan rasa saling pengertian dan kepercayaan.

2. Mengganti orang yang mendisiplinkan dengan orang kepercayaan

Perilaku kedua yang perlu dipertimbangkan kembali adalah peran orang yang mendisiplinkan.

Sebagai orang tua, kita bertanggung jawab untuk membimbing dan mengajar anak-anak kita.
Namun seiring bertambahnya usia, mereka membutuhkan lebih dari sekadar instruksi dan aturan.

Intinya mereka membutuhkan seseorang yang dapat mendengarkan mereka, memahami kekhawatiran mereka, dan menawarkan saran saat dibutuhkan.

Bertindak sebagai orang kepercayaan bukan berarti Anda mengabaikan disiplin. Itu berarti menyeimbangkan dengan empati dan pengertian.

Ketika anak Anda menceritakan kesulitan atau kesalahan mereka kepada Anda, alih-alih langsung mengoreksi namun akui dulu perasaan mereka.

Anda bisa menunjukkan kepada mereka bahwa Anda memahami situasi mereka dan menghargai keterbukaan mereka.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore