Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 30 Juli 2024 | 03.26 WIB

Penting Bagi Perempuan dan Pasangan Suami Istri, Tata Cara dan Doa Mandi Wajib Sesuai Ajaran Rasullullah

Simak hukum melakukan salat sebelum mandi wajib.

JawaPos.com - Dalam hukum Islam pada situasi tertentu seorang muslim diwajibkan untuk melaksanakan mandi wajib. Dalam hal tersebut mengakibatkan seseorang terhalang untuk menjalani shalat, memasuki masjid, dan serta melaksanakan ibadah lainnya karena dalam kondisi yang tidak suci.

Mandi wajib merupakan salah satu ibadah penting dalam agama Islam yang dilakukan untuk membersihkan diri dari hadas besar sebelum beribadah kepada Allah SWT, seperti setelah berhubungan intim atau setelah menstruasi bagi perempuan.

Selain membersihkan tubuh secara fisik, mandi wajib juga memiliki dimensi spiritual yang mendalam.

Dilansir laman kemenag, berikut panduan tata cara mandi wajib sesuai yang dianjurkan agama pada Senin (29/8).

  1. Persiapan

 Sebelum memulai mandi junub, ada beberapa persiapan yang perlu dilakukan:

  • Niat: Maksudkan hati untuk membersihkan diri secara fisik dan spiritual.

Membaca Niat: Bacalah niat secara lisan sebelum memulai mandi junub: 

"نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ فَرْضًا عَلَىَّ حَيْثُ لِلَّهِ تَعَالَى"

Artinya: “Saya niat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar karena Allah Ta’ala” 

  • Menyentuh Alat Kelamin: Pastikan alat kelamin sudah bersih dari najis sebelum memulai mandi.
  • Membasahi Tubuh: Basahi seluruh tubuh dengan air bersih sebelum memulai mandi junub.
  1. Tata cara mandi wajib

Proses mandi junub dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  • Membasahi tubuh: mulailah dengan membasahi seluruh tubuh sebelah kanan dengan air.
  • Mencuci alat kelamin: bersihkan alat kelamin secara menyeluruh dari najis yang mungkin ada.
  • Berwudhu: lakukan wudhu seperti biasa dengan mencuci wajah, tangan hingga siku, mengusap kepala, mencuci kaki hingga mata kaki.
  1. Penutup 

Setelah melaksanakan mandi wajib, hendaknya kalian membaca doa sebagai berikut;

"أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا اللَّـهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اللَّـهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ"

Artinya: "Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan termasuk orang-orang yang suci."

Imam Al-Ghazali mengatakan di dalam kitabnya Bidayatul Hidayah, ada beberapa sunnah yang hendaknya dilakukan pada saat mandi wajib, di antaranya sebagai berikut:

  1. Membasuh tangan hingga tiga kali.
  2. Membersihkan segala kotoran atau najis yang masih menempel di badan.
  3. Berwudhu dengan sempurna. 
  4. Mengguyur kepala sampai tiga kali, bersamaan dengan itu melakukan niat menghilangkan hadats besar.
  5. Mengguyur bagian badan sebelah kanan hingga tiga kali, kemudian dilanjutkan dengan badan sebelah kiri juga tiga kali. 
  6. Menggosok-gosok tubuh, depan maupun belakang, sebanyak tiga kali. 
  7. Menyeka-nyeka rambut dan jenggot (bila punya). 
  8. Mengalirkan air ke lipatan-lipatan kulit dan pangkal rambut. Sebaiknya hindarkan tangan dari menyentuh kemaluan, kalaupun tersentuh, sebaiknya berwudhu lagi. 
Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore